Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Imamat 25:1 Imamat 25:2 Imamat 25:3 Imamat 25:4 Imamat 25:5 Imamat 25:6 Imamat 25:7 Imamat 25:8 Imamat 25:9 Imamat 25:10 Imamat 25:11 Imamat 25:12 Imamat 25:13 Imamat 25:14 Imamat 25:15 Imamat 25:16 Imamat 25:17 Imamat 25:18 Imamat 25:19 Imamat 25:20 Imamat 25:21 Imamat 25:22 Imamat 25:23 Imamat 25:24 Imamat 25:25 Imamat 25:26 Imamat 25:27 Imamat 25:28 Imamat 25:29 Imamat 25:30 Imamat 25:31 Imamat 25:32 Imamat 25:33 Imamat 25:34 Imamat 25:35 Imamat 25:36 Imamat 25:37 Imamat 25:38 Imamat 25:39 Imamat 25:40 Imamat 25:41 Imamat 25:42 Imamat 25:43 Imamat 25:44 Imamat 25:45 Imamat 25:46 Imamat 25:47 Imamat 25:48 Imamat 25:49 Imamat 25:50 Imamat 25:51 Imamat 25:52 Imamat 25:53 Imamat 25:54 Imamat 25:55



Imamat 25:14 (IDN)
Matius 25:14 menempatkan kita pada suasana hukum suku-imamat mengenai transaksi jual beli antara sesama manusia di tanah perjanjian. Ayat ini menegaskan prinsip keadilan dalam perdagangan: ketika menjual barang yang dapat diperdagangkan kepada sesama manusia, atau membeli dari sesama manusia, tidak boleh ada penurunan harga secara tidak adil.
Ruang Tekstual dan konteks segera
Bagian ini muncul dalam rangka hukum tahun sabat serta pedoman hidup bagi bangsa Israel dalam pelepasan ekonomi dan perlindungan nilai manusia. Ayat mengikat pedagang agar tidak mengutamakan keuntungan dengan mengurangi harga secara curang. Ini menekankan keseimbangan antara hak pemilik barang dan kebutuhan sesama, terutama bagi mereka yang butuh membeli atau menjual karena keadaan hidup.
Apa yang menunjukkan Allah tentang iman dan etika perdagangan
Allah menaruh perhatian pada bagaimana harga diputuskan dalam hubungan antarsesama. Prinsip keadilan harga tidak hanya soal kepemilikan, tetapi juga martabat manusia. Penekanan pada kejujuran di pasar menunjukkan iman yang hidup lewat perilaku sehari-hari—kedamaian komunitas tergantung pada integritas ekonomi.
Istilah kunci dan gambaran penting
Rujukan silang yang relevan
Penjelasan pendekatan dari tokoh-tokoh teolog publik domain
Beberapa komentar klasik menekankan bahwa hukum ini menegaskan bahwa keuntungan tidak boleh mengorbankan martabat manusia. Matthew Henry menyoroti bahwa kejujuran dalam ukuran menampilkan karakter Allah yang adil pada setiap aspek kehidupan. Adam Clarke menambahkan bahwa prinsip ini mengajarkan bahwa perjanjian jual-beli harus mencerminkan kasih dan keadilan komunitas. Albert Barnes menekankan bahwa larangan menurunkan harga secara curang melindungi orang‑orang miskin dari beban tambahan akibat praktik perdagangan yang tidak adil.
Inti teologi dan arah praktik kontemporer
Ayat ini mengundang kita untuk menjaga integritas dalam semua transaksi ekonomi—menghindari manipulasi harga, memperhatikan keadaan pihak lain, dan berupaya memperlakukan sesama dengan keadilan. Dalam konteks modern, prinsip ini tetap relevan saat bertransaksi dengan pelanggan, rekan bisnis, atau komunitas lokal; kejujuran adalah bagian dari pemeliharaan hubungan manusia dan kehendak Allah dalam komunitas Tuhan.
Ringkasnya, Imamat 25:14 menegaskan bahwa harga jual-beli antara sesama manusia harus dilakukan dengan kejujuran dan belas kasih—sebuah standar moral yang membentuk tatanan ekonomi yang berlandaskan kasih Allah.
Quotations: “Barang yang dapat dijual kepada sesama manusia” dan frasa terkait bagian ini diungkapkan secara ringkas dalam karya-karya Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke dalam analisis mereka mengenai kejujuran dalam perdagangan dan perlindungan martabat manusia.