Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Imamat 25:1 Imamat 25:2 Imamat 25:3 Imamat 25:4 Imamat 25:5 Imamat 25:6 Imamat 25:7 Imamat 25:8 Imamat 25:9 Imamat 25:10 Imamat 25:11 Imamat 25:12 Imamat 25:13 Imamat 25:14 Imamat 25:15 Imamat 25:16 Imamat 25:17 Imamat 25:18 Imamat 25:19 Imamat 25:20 Imamat 25:21 Imamat 25:22 Imamat 25:23 Imamat 25:24 Imamat 25:25 Imamat 25:26 Imamat 25:27 Imamat 25:28 Imamat 25:29 Imamat 25:30 Imamat 25:31 Imamat 25:32 Imamat 25:33 Imamat 25:34 Imamat 25:35 Imamat 25:36 Imamat 25:37 Imamat 25:38 Imamat 25:39 Imamat 25:40 Imamat 25:41 Imamat 25:42 Imamat 25:43 Imamat 25:44 Imamat 25:45 Imamat 25:46 Imamat 25:47 Imamat 25:48 Imamat 25:49 Imamat 25:50 Imamat 25:51 Imamat 25:52 Imamat 25:53 Imamat 25:54 Imamat 25:55



Imamat 25:50 (IDN) — Konteks, Makna, dan Aplikasi
Ayat ini berada dalam bagian Hukum TUHAN tentang levirat dan hak-hak serta kewajiban orang-orang Lewi terkait pelepasan budak Israel yang dijual kepada sesama Israel. Pada tahun yobel, pembebasan penuh diberikan. Ayat 50 menjelaskan bagaimana kalkulasi masa kerja budak itu: pembeli menghitung sisa masa kontrak dari tanggal pembelian hingga yobel, dan uang pembeli disesuaikan dengan jumlah tahun yang tersisa, sebagai upah pekerja yang bekerja.
Makna sentral
Pusat makna ayat ini adalah keadilan ekonomi dan kemanusiaan dalam hubungan antara majikan dan budak yang dijual. Sistem yobel menekankan bahwa kepemilikan tidak mutlak; Allah mengatur agar manusia tidak terjerat utang atau perhambaan permanen. Pembayaran kembali dilakukan proporsional dengan waktu kerja yang tersisa hingga yobel, menjaga martabat dan kesempatan merdeka pada waktunya.
Tema-tema utama
Ayat-ayat terkait (cross-references)
Penukilan ini menegaskan bahwa pembebasan bukan sekadar kehilangan hak milik, tetapi pembaruan hubungan dengan Tuhan dan sesama.
Gagasan dari tokoh penafsir kuno (singkat)
Sejumlah penafsir berbahasa Inggris lama menekankan prinsip keadilan hidup di tengah perjanjian. Mereka menyoroti bahwa pembayar budak tidak hanya membayar untuk sisa kontrak, tetapi juga menyingkap bahwa hak kebebasan lebih utama daripada keuntungan perorangan. (Kutipan singkat terperinci hanya jika tersedia; tidak menyalin teks lengkap ayat para tokoh.)
Refleksi praktis
Ayat ini mengundang kita untuk menilai bagaimana kita menangani hubungan kerja dan keadilan finansial dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita mungkin membayangkan sesuatu sebagai kepemilikan semata, firman Tuhan mengingatkan bahwa setiap manusia adalah ciptaan-Nya dengan hak bernafas kemerdekaan. Dalam konteks modern, prinsip ini mengilhami perlakuan adil terhadap pekerja, pemeliharaan martabat, dan kebijakan ekonomi yang memperhatikan pihak lemah.
Kesimpulan singkat
Imamat 25:50 mengajarkan bahwa perhitungan hukum mengenai budak dan masa kerja menjelang yobel adalah bentuk keadilan—mengakui nilai setiap manusia dan membatasi penindasan melalui pembebasan berkala. Sistem yobel menghadirkan gambaran bahwa kemerdekaan rohani dan sosial adalah bagian integral dari perjanjian hidup bersama Allah.