Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Imamat 25:1 Imamat 25:2 Imamat 25:3 Imamat 25:4 Imamat 25:5 Imamat 25:6 Imamat 25:7 Imamat 25:8 Imamat 25:9 Imamat 25:10 Imamat 25:11 Imamat 25:12 Imamat 25:13 Imamat 25:14 Imamat 25:15 Imamat 25:16 Imamat 25:17 Imamat 25:18 Imamat 25:19 Imamat 25:20 Imamat 25:21 Imamat 25:22 Imamat 25:23 Imamat 25:24 Imamat 25:25 Imamat 25:26 Imamat 25:27 Imamat 25:28 Imamat 25:29 Imamat 25:30 Imamat 25:31 Imamat 25:32 Imamat 25:33 Imamat 25:34 Imamat 25:35 Imamat 25:36 Imamat 25:37 Imamat 25:38 Imamat 25:39 Imamat 25:40 Imamat 25:41 Imamat 25:42 Imamat 25:43 Imamat 25:44 Imamat 25:45 Imamat 25:46 Imamat 25:47 Imamat 25:48 Imamat 25:49 Imamat 25:50 Imamat 25:51 Imamat 25:52 Imamat 25:53 Imamat 25:54 Imamat 25:55


Imamat 25:15 (IDN) — Setelan segera: masa yobel dan transaksi jual-beli
Ayat ini muncul dalam rangkaian hukum lepas-masalah tanah dan perbudakan sesama Israel, yang menekankan keadilan sosial dan perlindungan bagi sesama umat. Di antara ketentuan yobel yang melingkupi pelepasan properti dan pembebasan budak, Imamat 25:15 mengarahkan cara menghitung harga pembelian kembali tanah atau harta milik sesama, dengan mempertimbangkan jumlah tahun sejak hak beli disahkan. Secara praktis, ini menjaga harga adil dan menghindarkan eksploitasi terhadap sesama.
Nilai inti: keadilan, kepercayaan pada pemeliharaan Allah
Teks ini menonjolkan prinsip bahwa setiap transaksi antar sesama umat Tuhan tidak boleh melebihi batas keadilan. Bilangan tahun yang menjadi dasar perhitungan menunjukkan bahwa segala kepemilikan adalah bagian dari tatalaku Allah atas tanah yang secara ilahi dimiliki. Pembelian kembali dihitung berdasarkan berapa banyak musim panen yang tersisa hingga yobel berikutnya, sehingga harga tidak boleh membebani pihak yang kehilangan hak milik terlalu lama.
Istilah dan gambaran penting
Hubungan teologis
Hukum ini menegaskan sikap keadilan sosial sebagai bagian dari hidup beriman. Allah adalah pemilik tanah; umat-Nya mengelola milik-Nya dengan tanggung jawab. Dengan memberi bentuk perhitungan yang wajar, bangsa Israel dipanggil menampilkan citra Allah yang adil di tengah komunitas.
Rujukan silang yang relevan
Aplikasi praktis bagi masa kini
Meski konteks budaya berbeda, prinsip utama ayat ini tetap relevan: transaksi ekonomi di lingkungan komunitas Kristen seharusnya adil, mempertimbangkan waktu, serta melindungi pihak yang kurang berdaya. Ketika menghadapi jual-beli tanah, aset, atau hak-hak ekonomi, orang percaya didorong untuk menghindari praktek yang memanfaatkan kelemahan orang lain. Allah memanggil kita menilai keadilan dari durasi dan dampak finansial bagi sesama.
Pokok renungan
Dalam setiap transaksi, kita dipanggil menimbang bagaimana dampaknya terhadap komunitas dan bagaimana belas kasih Allah terlihat melalui keadilan praktis yang kita praktikkan. Perhatikan juga bahwa keadilan ini tidak menghilangkan tanggung jawab terhadap pemulihan hak, melainkan merawat hubungan sesama umat Allah agar tetap bertumbuh dalam iman.
Catatan kunci dari para komentator publik domain: Kutipan ringkas memangkas inti interpretasi: Matthew Henry menekankan pentingnya harga yang wajar sebagai perlindungan terhadap kemiskinan, Albert Barnes menyoroti prinsip keadilan sosial sebagai bagian dari hukum Tuhan, dan Adam Clarke menekankan bahwa waktu perhitungan menyeleksi bagaimana manfaat panen hingga yobel berikutnya mempengaruhi harga.