Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 23:1 Amsal 23:2 Amsal 23:3 Amsal 23:4 Amsal 23:5 Amsal 23:6 Amsal 23:7 Amsal 23:8 Amsal 23:9 Amsal 23:10 Amsal 23:11 Amsal 23:12 Amsal 23:13 Amsal 23:14 Amsal 23:15 Amsal 23:16 Amsal 23:17 Amsal 23:18 Amsal 23:19 Amsal 23:20 Amsal 23:21 Amsal 23:22 Amsal 23:23 Amsal 23:24 Amsal 23:25 Amsal 23:26 Amsal 23:27 Amsal 23:28 Amsal 23:29 Amsal 23:30 Amsal 23:31 Amsal 23:32 Amsal 23:33 Amsal 23:34 Amsal 23:35



Makna singkat
Amsal 23:10 menasihatkan agar kita menjauhkan diri dari pelanggaran terhadap hak-hak orang miskin dan rentan. Tanda perhinggaan yang lama serta bendang anak-anak piatu mewakili batas-batas perlindungan yang seharusnya dipatuhi, agar keadilan tidak terganggu dan orang miskin tidak diremehkan atau dieksploitasi.
Latar konteks singkat
Amsal ini berada dalam kumpulan nasihat kebijaksanaan yang menekankan integritas dalam hubungan sosial, terutama terkait kepemilikan, perhiasan, pendapatan, serta perlindungan bagi yang tak berdaya. Menjaga wilayah hukum dan hak-hak keluarga piatu adalah bagian dari tanggung jawab hidup beriman di tengah masyarakat yang rapuh.
Interpretasi singkat
Jangan memindahkan batas-batas yang sudah lama ditetapkan—batas-batas ini simbol keadilan dan perlindungan terhadap pihak yang lemah. Jangan masuk ke dalam bendang anak-anak piatu, yaitu wilayah perlindungan yang sangat sensitif terhadap eksploitasi. Secara praktis, larangan ini menuntun kita menjauhi korupsi, manipulasi, atau paksaan yang merugikan orang miskin.
Pandangan harmonis dari para komentator klasik
Beberapa penafsir percaya nasihat ini menekankan kejujuran dalam penilaian terhadap harta dan hak milik; menjaga batas-batas sejarah adalah cara menegakkan keadilan di antara tetangga dan komunitas. Kutipan pendek yang relevan dari para komentator publik domain diakui secara umum sebagai rujukan etika: "larangan mengambil hak orang piatu adalah bagian dari hidup saleh" (parafrase dari arah interpretatif para komentator lama).
Pemikiran tematik
Rujukan silang yang relevan
- Imamat 19:15: larangan membeda-bedakan orang dalam penilaian hukum; keadilan harus adil di mata Allah. Penjelasan singkat: mengingatkan bahwa perlakuan adil terhadap semua orang, terutama yang lemah, adalah bagian dari hidup menurut Tuhan.
- Ulangan 16:20: teguh dalam keadilan tanpa memihak; awal dari peringatan untuk tidak mengubah batas hak milik. Penjelasan singkat: menekankan integritas hukum sebagai fondasi kehidupan komunitas.
- Amsal 28:8: siapa menumpuk harta demi kepentingan sendiri menimbun kebinasaan; menjaga batas menolong orang miskin adalah kebijaksanaan sejati. Penjelasan singkat: menautkan keadilan sosial dengan kelimpahan berkat Tuhan.
Penutup praktis
Kita diajak untuk hidup dengan integritas dalam urusan harta dan hak milik. Hormatilah batas-batas yang telah Allah tetapkan, jauhi godaan untuk mengambil hak orang lain, terutama mereka yang tidak berdaya. Dalam komunitas yang saling mengasihi, menjaga "tanda perhinggaan yang lama" berarti melindungi martabat sesama dan memelihara keadilan sosial dengan berpegang pada kebenaran-Nya.
Catatan editorial
Penafsiran ini mengacu pada pandangan umum para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke secara singkat. Jika ada kutipan spesifik dari mereka yang diperlukan, akan dicantumkan secara langsung sesuai konteks terjemahan IDN. Pada bagian ini, fokus diberikan pada makna praktis bagi pembaca Indonesia tanpa mengubah makna asli teks.