Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZakharia 7:10 Tafsiran ayat Alkitab
Zakharia 7:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dan jangan kamu menganiayakan perempuan janda atau anak piatu atau orang dagang atau orang miskin, dan jangan kamu mereka jahat dalam hatimu seorang akan seorang.
Zakharia 7:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zakharia 7:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yeremia 5:28 (IDN) »
Mereka itu sudah menjadi gemuk dan bisai, jikalau mereka itu melampaui segala ukuran kejahatan sekalipun! Tiada mereka itu memutuskan hukum yang adil dalam acara orang piatu, kendatilah mereka itu juga beruntung, dan lagi tiada dibenarkannya hal perkara orang-orang miskin.

Yesaya 1:23 (IDN) »
Segala penghulu kamu sudah jadi orang durhaka dan kawan orang pencuri; masing-masing mereka itu suka beroleh hadiah dan menuntut suap; mereka itu tiada membenarkan hal pekara anak piatu dan acara janda perempuan tiada sampai ke hadapannya.

Mazmur 72:4 (IDN) »
Bahwa ia akan membenarkan hal segala orang miskin di antara orang banyak itu, dan iapun akan melepaskan segala anak orang papa dan memijak-mijak orang penganiaya itu.
Overview untuk Zakharia 7:10 (IDN)
Ayat ini menyoroti keadilan sosial dan perilaku mulia yang seharusnya mewarnai hidup umat Allah. Melalui larangan menganiaya janda, anak piatu, pedagang, dan orang miskin, teks ini menantang sikap batin yang membenarkan ketidakadilan. Pesan pokoknya: Allah menilai hati dan tindakan yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi mereka yang kurang beruntung, dan umat-Nya dipanggil hidup adil serta penuh empati.
Ayat dalam konteks pasal
Di Zakharia pasal 7, nabi menulis mengenai puasa-puasa yang telah dijalani umat Israel dan bagaimana religiositas luar tidak cukup jika hidup mereka tidak mencerminkan kasih dan keadilan. Ayat 10 menegaskan bahwa kebenaran spiritual lahir dari keadilan sosial: memperlakukan semua orang dengan martabat, tanpa menyalahgunakan posisi atau kekuasaan.
Gagasan utama
Gagasan sentral ayat ini adalah integritas hidup yang menyelaraskan ibadah dengan perlakuan adil terhadap sesama. Simbol puasa religius tidak berarti bila di masa yang sama mereka menindas atau mengabaikan yang lemah. Allah membongkar jarak antara ritual dan realitas moral jika hati tidak berubah.
Perbandingan Alkitab (rujukan singkat)
Penekanan umum: keadilan sosial adalah bagian dari ibadah yang benar, dan perlakuan terhadap yang rentan menjadi ukuran kedalaman iman seseorang.
Rujukan silang (singkat dan relevan)
1) Zakharia 7:10 terkait keadilan terhadap janda, anak piatu, pedagang, dan orang miskin. 2) Ulangan 24:14-15 menjaga hak pekerja untuk dihargai. 3) Matius 25:40 menegaskan balasan ilahi atas tindakan terhadap sesama yang lemah.
Aplikasi praktis
Catatan interpretatif singkat
Seorang komentator publik domain menekankan bahwa ayat ini menampilkan integritas vertikal dan horizontal: relasi dengan Allah tidak terpisah dari relasi dengan sesama. Dalam pandangan para tafsiran klasik (mis. Matthew Henry, Albert Barnes, Adam Clarke), fokusnya tidak hanya pada tindakan, tetapi juga motivasi batin yang bebas dari kejahatan hati yang mengintai ketika urusan kekuasaan atau keuntungan pribadi terlibat.
Ringkasan
Zakharia 7:10 menegaskan bahwa puasa dan ritual tidak berguna jika tidak disertai keadilan terhadap orang-orang rentan. Allah menilai tidak hanya lewat ibadah, tetapi lewat bagaimana kita memperlakukan janda, anak piatu, pedagang, dan orang miskin. Pelajaran praktisnya: wujudkan keadilan dalam tindakan nyata, dan biarkan kasih Allah membentuk hati yang adil dalam setiap hubungan kita.