Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZakharia 7:11 Tafsiran ayat Alkitab
Zakharia 7:11 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi engganlah mereka itu mendengar, dan dihadapkannya bahunya akan melawan dan ditumpatkannya telinganya, sebab tiada mereka itu mau mendengar.
Zakharia 7:11 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zakharia 7:11 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Nehemia 9:29 (IDN) »
Dan lagi Engkaupun sudah berfirman kepada mereka itu hendak mengembalikan mereka itu kepada taurat-Mu, tetapi kelakuan mereka itu dengan congkak tiada mereka itu mau mendengar akan firman-Mu, melainkan mereka itu berdosa kepada segala hukum-Mu, maka jikalau kiranya orang menurut dia, niscaya iapun hidup olehnya; maka mereka itupun sudah mengundurkan bahunya dan ditegarkannya tengkuknya dan tiada mereka itu mau mendengar.

Yeremia 8:5 (IDN) »
Mengapa maka bangsa yang di Yeruzalem ini sesat menyimpang selalu dan bersangkut paut kepada barang yang menipu dan enggan mereka itu balik pula?

Hosea 4:16 (IDN) »
Sungguh seperti seekor lembu jalang, begitulah orang Israel; maka sekarang Tuhan hendak menggembalakan dia seperti anak kambing di tempat yang luas.
Zakharia 7:11 (IDN)
“Tetapi engganlah mereka itu mendengar, dan dihadapkannya bahunya akan melawan dan ditumpatkannya telinganya, sebab tiada mereka itu mau mendengar.”
Setting segera konteks
Ayat ini muncul dalam rangkaian masa keuskupan zaman nabi Zakharia yang mengecam ketidaktaatan umat Israel ketika para imam menyampaikan fast and prayer (puasa tertentu) serta tuntutan moral mereka. Meskipun sang nabi menekankan pentingnya berduka atas kehancuran Yerusalem dan perintah Tuhan, umat menolak dengan keras terhadap pesan pertobatan dan ketaatan sosial secara nyata. Tekanan ini menunjukkan bahwa ritus tanpa perubahan hati tidak diterima oleh Allah.
Apa yang diajarkan teks tentang Allah dan iman
Ayat ini menekankan bahwa keengganan manusia untuk mendengar membawa konsekuensi ilahi: pembentukan tahanan terhadap pembelajaran rohani, perlawanan, dan penonaktifan indera batin untuk menerima kebenaran. Allah tetap berkomunikasi, tetapi ketidaktaatan manusia mengencingkan kemampuan mereka untuk merespon firman-Nya. Ini menegaskan bahwa iman sejati melibatkan ketaatan sungguh-sungguh, bukan sekadar ritual.
Kata-kata kunci dan gambaran penting
Kaitan dengan terjemahan dan pandangan para komentator
Para komentator Kurun Perancis-Amerika seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menyoroti bahwa hukum rohani tidak dapat dipaksa jika hati enggan merespon. Mereka menekankan pentingnya pertobatan batin di balik ritus lahiriah. Dalam catatan mereka, keacuhan umat terhadap nasihat Allah menuntun pada konsekuensi spiritual yang lebih luas bagi komunitas.
Rujukan silang yang relevan
Aplikasi bagi kehidupan iman hari ini
Pesan teks ini mengingatkan kita bahwa penyembahan yang sejati melibatkan pendengaran dan kepatuhan. Ketaatan bukan sekadar mengikuti ritual, melainkan merespon firman Tuhan dengan iman yang aktif: memperbaiki hubungan dengan sesama, menjunjung keadilan, dan hidup oleh kasih. Jika kita mendapati diri enggan mendengar firman, langkah awal adalah menyatakan kesediaan untuk mendengar, memohon hikmat Roh Kudus, dan membuka hati terhadap pembaruan rohani.
Catatan komentar singkat
Pengajaran dari para komentator klasik menekankan bahwa Tuhan tetap berbicara melalui Gauze nubuat, tetapi manusia sering menahan dirinya dari pertobatan. Ketaatan sejati adalah respons lahiriah dan batin terhadap firman Tuhan, bukan sekadar formalitas.