Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZakharia 11:1 Tafsiran ayat Alkitab
Zakharia 11:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bukakanlah segala pintumu, hai Libanon! supaya segala pohon arazmu dimakan habis oleh api.
Zakharia 11:1 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zakharia 11:1 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yeremia 22:6 (IDN) »
Karena demikianlah firman Tuhan akan hal istana raja Yehuda: Jikalau engkau bagi-Ku akan Gilead, akan kemuncak Libanon sekalipun, niscaya Aku menjadikan dikau kelak akan padang tekukur dan akan negeri yang tiada diduduki orang.

Yeremia 22:23 (IDN) »
Hai engkau yang duduk di atas Libanon! yang bersarang pada pohon araz! entah bagaimana engkau akan mengerik apabila segala kesakitan itu datang atasmu seperti atas seorang perempuan yang beranak!

Lukas 21:23 (IDN) »
Wai segala perempuan yang mengandung dan yang menyusui anaknya pada masa itu! Karena pada ketika itu akan timbul suatu kesusahan yang besar ke atas tanah itu dan murka ke atas kaum ini,
Makna Langsung Zakharia 11:1
Burung fokus pada seruan simbolis: “Bukakanlah segala pintumu, hai Libanon! supaya segala pohon arazmu dimakan habis oleh api.” Ayat ini mengekspresikan kemarahan dan kehancuran yang datang atas kemunafatan dan penolakan terhadap gembala yang lemah, serta kehendak Tuhan untuk menggulung kekuasaan dan kebanggaan yang menimbulkan pembangkangan.
Latar belakang konteks
Kitab Zakharia berisi seruan nabi terhadap keadaan Israel pada masa pasca-pembuangan. Teks ini menggabungkan figur-figur pohon Libanon dan pohon arar untuk melukiskan kehancuran yang datang karena tidak setia kepada Tuhan. Libanon dalam nubuat ini sering dipahami sebagai simbol kemegahan, kekayaan, dan raja-raja yang mengandalkan kekuatan sendiri. Refrensi pohon-pohon ar: simbol kehendak duniawi yang akhirnya tidak tahan terhadap api masa penghakiman.
Observasi tafsir utama
Pelajaran tema
Rujukan silang yang relevan
• Mazmur 2:9 menyinggung pemusnahan kekuasaan yang melawan rencana Tuhan. Pemazmur menggambarkan bagaimana Tuhan sendiri mengakhiri pemberontakan raja-raja dunia.
• Hosea 10:5-6 membahas konsekuensi kemewahan yang memikat hati umat dengan cara yang menjauhkan dari Tuhan, sehingga mereka kehilangan perlindungan ilahi.
• Wahyu 18:8-9 memuat gambaran akhir tentang kehancuran sistem dunia yang menonjolkan kemewahan sebagai alat penipu, lalu diakhiri dengan ratapan para penguasa.
Penjelasan singkat: Ketiga referensi ini membantu memahami konsekuensi spiritual dari keangkuhan duniawi dan perlunya ketundukan kepada Allah. Ayat di Zakharia menegaskan bahwa penghakiman terjadi ketika pintu-pintu hati tidak lagi terbuka bagi firman Tuhan.
Wawasan praktis singkat
Catatan kutipan terdahulu (ekstrak pendek)
Dikutip secara terbatas dari karya tafsir publik domain: "Woe unto them that are at ease in Zion," yang menegaskan bahwa kemewahan duniawi membawa kepada kehancuran jika tidak tunduk kepada Allah. (kata-kata para penafsir abad lampau disusun ulang untuk kejelasan bagi pembaca Indonesia).
Penutup: Ayat ini mengajak pembaca melihat bahwa ke-izinkan pintu hati untuk dibuka bagi kebenaran Allah adalah kunci untuk menghindari api penghakiman atas simpanan-pemimpin yang menyalahgunakan kekuasaan. Ketaatan kepada Tuhan meneguhkan perlindungan bagi umat-Nya di tengah badai kekuasaan duniawi.