Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZakharia 11:3 Tafsiran ayat Alkitab
Zakharia 11:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Adalah bunyi tangis gembala, sebab kemuliaan mereka itu sudah rusak; adalah bunyi pengaum-aum singa, sebab kemegahan Yarden sudah binasa!
Zakharia 11:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zakharia 11:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yeremia 50:44 (IDN) »
Bahwasanya seperti seekor singa dari jajahan Yarden yang sunyi itu menerkam akan kambing yang bersentosa, demikianpun Aku akan menampilkan dia dan menempuhkan dia kepadanya, dan barangsiapa yang Kupilih itupun Kusuruh melawan dia, karena siapa gerangan sama-Ku? atau siapa menentukan bagi-Ku masa dan tempat? dan gembala mana yang tahan berdiri di hadapan hadirat-Ku?

Yeremia 25:34 (IDN) »
Raunglah, hai gembala-gembala! eriklah serta bergelumanglah dalam abu, hai segala kepala kawan domba! karena genaplah sudah harimu kamu akan dibantai, karena Aku akan memecahkan kamu dan kamu akan jatuh seperti bejana yang indah-indah.

Yakobus 5:1 (IDN) »
Hai kamu orang kaya, pergilah kamu menangis dan meraung sebab segala siksa yang akan datang ke atasmu.
Zakharia 11:3 dalam Nuansa Kehilangan dan Penghakiman
Inti interpretatifnya menyoroti bagaimana ketidaksetiaan umat dan kegagalan kepemimpinan Israel menimbulkan tangis, kehancuran kemuliaan, dan kehancuran kekuatan duniawi. Ayat ini menggambarkan bunyi tangis gembala karena kemuliaan mereka yang rusak dan bunyi singa karena kemegahan sungai Yordan telah hancur. Gambaran ini mengajak pembaca melihat bahwa kemegahan manusia tidak bertahan jika tidak berpusat pada ketaatan kepada Tuhan.
Konteks sastra dan alur kitab
Penggalan ini berada dalam bagian nubuat Zakharia yang menyingkap kehendak Tuhan terhadap pemimpin rohani dan umat yang menolak Ishakuri atau gembala yang sesat. Gambaran gembala dan singa menghadirkan kontras antara tangisan karena kehilangan kemuliaan ilahi dan kekacauan akibat kekuatan duniawi yang runtuh. Secara tematik, nubuatan menilai ketidaktaatan sebagai penyebab runtuhnya kemegahan Israel, serta menekankan perlunya pemulihan melalui kesetiaan kepada Tuhan.
Makna teologis utama
Ayat ini menegaskan bahwa kemuliaan umat Allah bergantung pada relasi yang setia dengan Tuhan. Ketika hal-hal duniawi—kekuasaan, kemewahan, atau kemegahan lokasi—menjadi pusat, kemuliaan itu mudah rusak. Tuhan menimbang kualitas kepemimpinan rohani dan respons jemaat terhadap ajaran-Nya. Bunyi tangis menunjukkan akibat empatik dari kehilangan berkat ilahi, sementara bunyi pengaum-aum singa menandai kehancuran akibat kebanggaan yang melenceng dari ketaatan.
Kaitan lintas-bacaan
Penjelasan singkat mengenai hubungan-hubungan itu: semua teks menekankan bahwa kemuliaan umat Tuhan tidak dapat dipertahankan melalui kekuatan, harta, atau posisi, melainkan melalui ketaatan, pertobatan, dan prioritas kepada Allah.
Pertanyaan reflektif
Kesimpulan singkat
Nubuatan ini mengingatkan bahwa kemuliaan sejati bagi umat Allah tidak terletak pada kemegahan fisik atau kekuatan politik, melainkan pada ketaatan kepada Tuhan. Ketika gembala gagal membimbing dengan setia, dan umat menaruh kepercayaan pada kekuatan dunia, tangis akan terdengar dan kemegahan itu pun runtuh. Pemulihan datang melalui pertobatan, pemulihan relasi dengan Allah, dan komitmen untuk hidup menurut firman-Nya.
Kutipan singkat dari tokoh komentar gereja terdahulu
Beberapa pemikir berpendapat bahwa kemuliaan Israel bukan sekadar kemegahan material melainkan kehadiran Tuhan di tengah umat; kehilangan itu berarti kehilangan kedekatan dengan Allah. (Kutipan singkat dari karya-karya komentas public-domain mengandung nuansa ini dalam interpretasi mereka.)
Cross-reference singkat
Yesaya 40:27-31 — menekankan pemulihan bagi yang menanti Tuhan; Ratapan 3:40-41 — memanggil pengakuan dosa untuk mendapatkan perbaruan; Kolose 3:2-4 — mengarahkan fokus pada sorga dan Kristus sebagai pusat hidup, bukan kemegahan duniawi.