Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZakharia 5:1 Tafsiran ayat Alkitab
Zakharia 5:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka kembali kuangkat mataku lalu kulihat, bahwasanya adalah suatu gulungan surat yang terbuka.
Zakharia 5:1 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zakharia 5:1 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Zakharia 5:2 (IDN) »
Maka bertanyalah ia kepadaku: Apakah engkau lihat? Maka sahutku: Aku melihat suatu gulungan surat yang terbuka, panjangnya dua puluh hasta dan lebarnya sepuluh hasta.

Yesaya 8:1 (IDN) »
Dan lagi firman Tuhan kepadaku: Ambillah olehmu suatu loh batu besar, dan suratkanlah ini padanya dengan suratan manusia: Bagaimana orang bersegera segera kepada rampasan, orang berbangat-bangat kepada jarahan!

Yehezkiel 2:9 (IDN) »
Pada masa itu kulihat, heran, maka adalah suatu tangan diunjuk kepadaku, heran, maka dalamnya adalah suatu gulungan surat;
Zakharia 5:1 dalam Konteks Naratif dan Makna Utama
Ayat ini adalah bagian dari visi nabi Zakharia tentang ketelitian ilahi terhadap dosa umat dan cara-Nya menegakkan keadilan. Dalam konteks pasal 5, Zakharia melihat gulungan surat yang terbuka—sebuah lambang wahyu dan pengungkapan hukum yang menyingkapkan tindakan Allah terhadap pelanggaran dan ketaatan. Gulungan itu berfungsi sebagai alat penilaian: oleh karena itu semua tindakan manusia dicatat, dan konsekuensi ditentukan sesuai hukum perjanjian dengan Allah. Penglihatan ini menekankan bahwa tidak ada rahasia di hadapan Tuhan; segala sesuatu yang tertutup akan dinyatakan melalui firman-Nya.
Makna Sentral Ayat
Ayat ini menegaskan bahwa penglihatan nabi terkait dengan membaca tindakan manusia lewat “gulungan surat” yang terbuka. Gulungan yang terbuka melambangkan keterbukaan hukum Allah terhadap segala perbuatan—izin-Nya untuk menilai, menjatuhkan hukuman, atau menuntun kepada pertobatan. Pada tingkat teologis, teks ini menegaskan realitas akuntabilitas ilahi: bahwa Allah memelihara dan menegakkan firman-Nya secara nyata dalam sejarah umat-Nya.
Tema-tema Kunci
Cross-References (singkat) dan Kaitan Singkat
Penjelasan singkat: Ketiga rujukan ini memperlihatkan bagaimana firman Allah dan hukum-Nya menyatakan diri, memandu pertobatan, pembaruan batin, dan akuntabilitas di hadapan-Nya.
Refleksi Praktis
Renungkan bagaimana kehidupan kita dihadapkan pada “gulungan terbuka” Allah. Pertanyakan motif, tindakan, dan niat—apakah kita bekerja demi pengakuan manusia atau untuk memuliakan Tuhan? Biarkan firman-Nya menuntun langkah kita, mendorong ketaatan yang lahir dari kasih dan kesetiaan kepada perjanjian-Nya.
Ringkasan Penutup
Zakharia 5:1 menghadirkan gambaran simbolik tentang pengungkapan hukum Allah melalui gulungan surat yang terbuka. Ayat ini mengingatkan umat bahwa Tuhan melibatkan diri secara aktif dalam menilai, menyatakan, dan memurnikan hidup manusia melalui firman-Nya. Respons iman adalah pertobatan, penyerahan, dan hidup yang selaras dengan perintah-Nya.
Catatan kutipan singkat dari sumber patokan klasik untuk nuansa interpretatif: Matthew Henry menyoroti sifat publik dari hukum Tuhan yang dipamerkan kepada pandangan umat; Albert Barnes menekankan bahwa gulungan itu adalah catatan tindakan. Adam Clarke menegaskan bahwa pengungkapan ini mengundang pertobatan melalui kebenaran ilahi yang tatkala diterima memulihkan hubungan dengan Allah. (Kutipan singkat dari para komentator ini diambil sebagai rujukan umum; tidak menyalin teks penuh.)