Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZakharia 5:10 Tafsiran ayat Alkitab
Zakharia 5:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka kataku kepada malaekat yang berkata dengan aku itu: Ke mana hendak dibawa orang ini akan efa itu?
Zakharia 5:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zakharia 5:10 Referensi silang ayat
Belum ada gambar referensi silang yang tersedia untuk bagian Alkitab ini.
Zakharia 5:10 (IDN) — Makna dan Aplikasi
Pasangan visibilitas antara roh nabi Zakharia dengan penglihatan-penglihatan simbolik mengungkapkan bagaimana kehendak Allah bekerja melalui perantara malaikat dan alat ukur yang menyingkap maksud-Nya terhadap bangsa Israel. Ayat ini berada dalam serangkaian visi yang menantang dan terang: penghakiman atas kejahatan, penyucian, serta pemulihan umat Allah. Dalam konteks pasal ini, kita melihat bagaimana Allah secara konkret menentukan arah perjalanan umat-Nya melalui simulasi ekonomi-perkakas milik bangsa itu.
Ayat dalam konteks pasal
Dalam bagian ini, Zakharia menyaksikan “malaikat yang berkata dengan aku” mengenai sebuah efa (unit ukuran). Pertanyaan yang muncul—“Ke mana hendak dibawa orang ini akan efa itu?”—menyiratkan bahwa Allah sedang menimbang arah kemajuan dan integritas umat-Nya melalui ukuran yang tepat dan adil. Efa berperan simbolis; ukuran ini menegaskan bahwa setiap langkah dibangun atas kejujuran dan kemurahan Allah, bukan atas ketamakan atau tipu daya. Relevansi historisnya terkait dengan tata ukur ukuran perdagangan, pembuktian material bagi pembangunan bait suci, dan penantiannya atas hasil tindakan manusia di hadapan Allah.
Pelajaran utama rohani
Pelajaran sentral ayat ini ialah kedaulatan Allah atas hasil-hasil pekerjaan manusia. Allah memerhatikan bagaimana ukuran dan ukuran-ukuran itu digunakan: adakah untuk keadilan, kebenaran, dan kemanfaatan bagi komunitas atau sekadar untuk keuntungan pribadi. Oleh karena itu, ayat ini mengingatkan umat beriman untuk menjalani hidup dengan integritas, menempatkan kejujuran di atas keuntungan sesaat, dan mempercayakan penjurusan arah hidup kepada Tuhan yang mengadili dengan adil.
Perbandingan lintas ayat
Ketiga kutipan ini menekankan bahwa ukuran bukan sekadar praktik ekonomis, melainkan latihan keimanan: bagaimana kita memberi, menimbang, dan memperlakukan sesama dalam komunitas iman.
Penerapan praktis
Cross-references (singkat)
Ringkasan
Zakharia 5:10 menegaskan bahwa Allah mengarahkan perjalanan umat-Nya melalui ukuran yang adil dan tujuan yang jelas. Simbol efa mengingatkan kita bahwa setiap tindakan ekonomis dan sosial bukan hanya soal praktik, melainkan soal ketaatan kepada Tuhan. Dengan mengikuti contoh iman dari para tokoh iman terdahulu, kita diajak hidup dengan integritas, mengutamakan keadilan bagi sesama, dan bergantung pada pimpinan Allah dalam setiap langkah.
Quotables from the classic commentators (selected):
“Kejujuran dalam perhitungan adalah keuntungan yang paling berharga bagi umat Allah.” — ringkasan sinopsis dari ulasan Matthew Henry tentang ukuran dalam konteks perbuatan. “Neraca yang bengkok akan mencelakakan; neraca yang benar mendatangkan kedamaian bagi kota.” — ringkasan ide Adam Clarke mengenai keadilan ukuran. “Allah melihat bagaimana kita menghitung hasil usaha; jika dipakai untuk kebenaran, maka usaha itu diberkati.” — para penafsir lain yang sejalan.