Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZakharia 5:7 Tafsiran ayat Alkitab
Zakharia 5:7 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka sesungguhnya adalah suatu tutupan dari pada timah hitam diangkat dan adalah seorang perempuan duduk di tengah-tengah efa itu.
Zakharia 5:7 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zakharia 5:7 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 15:1 (IDN) »
Sebermula, bahwa inilah firman akan hal Moab: Sesungguhnya pada malam juga dibinasakan Ar-Moab dan dirombak akan dia; sesungguhnya pada malam juga dibinasakan Kir-Moab dan dirombak akan dia.

Yesaya 13:1 (IDN) »
Bermula, maka inilah wahyu akan hal Babil, yang telah dinyatakan Yesaya bin Amos:

Yesaya 22:11 (IDN) »
dan kamupun membuat sebuah parit di antara dua lapis tembok itu bagi segala air dari dalam kolam lama; tetapi tiada kamu menengadah kepada Yang sudah menakdirkan perkara itu, dan matamupun tiada memandang kepada Yang sudah menyediakan dia dari dahulu-dahulu.
Zakharia 5:7 (IDN) — "Maka sesungguhnya adalah suatu tutupan dari pada timah hitam diangkat dan adalah seorang perempuan duduk di tengah-tengah efa itu."
Konteks: Dalam pasal 5 Zakharia, nabi melihat beberapa bayangan nubuat tentang penghakiman dan pemurnian umat. Ayat 7 berada dalam rangka lambang-lambang tentang pelayaran belantara dosa dan penyucian melalui hukuman Allah. Efa adalah suatu wadah ukuran, dan dalam gambaran ini, seorang perempuan yang duduk di tengah-tengahnya membawa makna simbolis tentang beban dosa yang terkandung di tengah-tengah umat pilihan, serta intervensi ilahi untuk memindahkan kemurnian dan kekuasaan ke hadapan Allah.
Ayat ini menekankan proses penyelubungan (tutupan) yang berhubungan dengan timah hitam yang diangkat—sebuah unsur simbolis tentang keharusan Allah melihat dan menilai isi hati umat. Perempuan yang duduk di tengah-tengah efa menggambarkan beban dosa yang menutupi kemurnian bangsa itu, dan tindakan Allah untuk akhirnya menyingkapnya demi penghakiman maupun pemurnian. Secara naratif, gambar-gambar ini menyiapkan pembaca untuk penghapusan kejahatan dan pemurnian yang dibawa oleh penyataan hukum Allah.
1) Yesaya menyinggung tentang penyucian melalui api untuk memurnikan emas dan perak—guratan yang sejalan dengan tema pemurnian Allah. 2) Mazmur 51 menggambarkan kerinduan pemurnian rohani di hadapan Allah. 3) Zakharia 3 membahas Yesus sebagai bagian dari pemurnian Israel, meneguhkan pemulihan melalui penghakiman yang menuntun ke pembaruan.
Pada masa kini, ayat ini mengajak kita menyelidiki hati sendiri: apakah ada “timah hitam” yang menutupi kejujuran kita di hadapan Tuhan? Allah tidak senang dengan penutup yang menutupi; Ia bekerja untuk membuka, menghakimi, dan memurnikan. Kita dipanggil mengakui dosa, menyerahkan diri kepada pembaharuan-Nya, dan hidup dengan transparansi di hadapan-Nya serta sesama.
Ayat ini menampilkan gambaran simbolis tentang dosa yang tertutup dan tindakan Allah untuk mengungkapkannya demi pemurnian umat-Nya. Dalam konteks Zakharia, pesan ini menyiapkan langkah menuju pembaruan rohani melalui keadilan Allah dan pemantapan hati umat-Nya di depan-Nya.
Potongan kutipan singkat (dalam konteks rujukan sumber standar gereja perdana): "Penyingkapan dosa dan pemurnian rohani adalah bagian dari pekerjaan Allah untuk memantapkan kemuliaan-Nya di antara umat-Nya." (Ringkasan inti dari uraian para komentator klasik secara umum; tidak menyalin pernyataan spesifik panjang dari karya mana pun.)
Referensi sehubungan: ayat-ayat di Yesaya tentang pemurnian, Mazmur 51 tentang pengakuan dosa, Zakharia 3 tentang pembaharuan imam dan umat, serta kerangka umum nubuat-nubuat tentang penghakiman dan pemurnian dalam kitab nabi-nabi.