Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZakharia 5:3 Tafsiran ayat Alkitab
Zakharia 5:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Lalu katanya kepadaku: Inilah kutuk yang keluar atas seluruh tanah itu; karena barangsiapa yang mencuri, ia itu akan ditumpas setuju dengan barang yang tersebut pada sebelahnya dan barangsiapa yang makan sumpah, ia itu akan ditumpas setuju dengan barang yang tersebut pada sebelahnya yang lain itu.
Zakharia 5:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zakharia 5:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 48:1 (IDN) »
Dengarlah olehmu akan ini, hai isi rumah Yakub, yang dipanggil, dengan nama Israel dan yang sudah terpancar dari pada mata air Yehuda, yang bersumpah demi nama Tuhan serta menyebut Allah orang Israel, akan tetapi tiada dengan benar dan tiada dengan tulus hatimu.

Yesaya 43:28 (IDN) »
Maka sebab itu Aku sudah mengharamkan segala penghulu tempat suci dan Kuserahkan Yakub akan ditumpas dan Israel akan dilaknatkan.

Zakharia 5:3 dalam konteks nabi nabi-nabi pasca-pembuangan
Pasal 5 berfokus pada wahyu simbolik yang menyingkap ancaman dan pembersihan terhadap keadaan bangsa Israel. Ayat 3 adalah bagian dari penglihatan gulungan kutuk yang melambangkan konsekuensi moral dan sosial dari kejahatan publik: mencuri dan bersumpah dusta. Penglihatan ini menekankan bahwa tindakan-tindakan tidak jujur dan perbuatan merugikan sesama memilikan dampak yang nyata bagi komunitas, dan Allah menegakkan keadilan dengan cara yang tegas.
Makna inti ayat
Kutipan ini menggambarkan bahwa kutuk yang keluar atas seluruh tanah meresap melalui dua jenis pelanggaran: mencuri dan sumpah palsu. Kedua tindakan tersebut adalah bagian dari kejahatan sosial yang merusak integritas komunitas. Kutuk diserukan untuk menegaskan bahwa Allah tidak abai terhadap pelanggaran yang merugikan orang lain; discipline yang adil menuntun kepada pembaruan komunitas yang hidup di bawah hukum-Nya.
Tema utama
Rangkaian silang ayat
• Ulah mencuri dan sumpah palsu juga ditemui dalam konteks perjanjian sosial pada kejadian-kejadian lain dalam Kitab Keluaran dan Ulangan, yang menekankan perlindungan hak milik dan kejujuran bersumpah.
• Ayat-ayat yang menekankan kutuk atas ketidakadilan ekonomi dan hukum menguatkan tema serupa di Mazmur dan nabi-nabi lain yang mengecam korupsi dan penyalahgunaan hak milik.
Refleksi praktis
Konteks pasca-pembuangan mengingatkan pembaca akan pentingnya integritas dalam kehidupan sehari-hari. Dalam jemaat sekarang, pelaporan yang adil, saling menghormati hak sesama, dan kejujuran dalam sumpah serta janji adalah bagian dari hidup beriman. Ketidakjujuran—berjudi pada hak orang lain, atau menipu dalam urusan ekonomi—mempersulit pemulihan komunitas di mata Allah.
Hubungan dengan ayat-ayat terkait
Penutup ringkas
Ayat ini menegaskan bahwa Allah memantau keadilan sosial dan integritas pribadi. Kutuk terhadap pelanggaran seperti mencuri dan sumpah palsu menekankan bahwa hidup benar di hadapan Tuhan memerlukan kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab terhadap sesama. Dalam konteks zaman nabi, ini menyatakan kebutuhan pembaruan moral yang menyeluruh bagi komunitas yang hidup dalam relasi penyertaan Allah.
Cuplikan tepat dari tokoh pendahulu (opsional)
Beberapa bagian dari karya Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa hukum suci Allah menuntut ketulusan dalam hubungan antarsesama dan menjabarkan bahwa tindakan mencuri serta sumpah palsu memperlihatkan kerusakan pada tatanan sosial. (Catatan: kutipan singkat disampaikan dalam konteks rujukan umum; tidak menampilkan teks lengkapan.)