Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZakharia 11:14 Tafsiran ayat Alkitab
Zakharia 11:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Lalu kupatahkan tongkatku yang kedua, yaitu Tambatan, kutiadakan persaudaraan di antara Yehuda dengan Israel.
Zakharia 11:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zakharia 11:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 9:21 (IDN) »
(9-20) orang Manasye akan orang Efrayim, dan orang Efrayimpun akan orang Manasye, maka keduanya akan setuju melawan orang Yehuda. Maka dalam sekalian ini tiada undur murka-Nya, melainkan tangan-Nya tinggal terkedang juga.

Yesaya 11:13 (IDN) »
Maka pada masa itu dengki akan lalu dari pada Efrayim dan cemburuanpun dipadamkan di dalam Yehuda, sehingga Efrayim tiada lagi dengki akan Yehuda dan Yehudapun tiada lagi mengusik akan Efrayim dari karena cemburuannya.

Yehezkiel 37:16 (IDN) »
Adapun engkau, hai anak Adam! ambillah akan dirimu sepotong kayu, suratkanlah padanya: Inilah bagi Yehuda dan segala bani Israel dengan kawan-kawannya; dan ambillah sepotong kayu lain, suratkanlah padanya: Inilah bagi Yehuda dan segala bani Israel dengan kawan-kawannya; dan ambillah sepotong kayu lain, suratkanlah padanya: Inilah bagi Yusuf, kayu Efrayim, dan segenap bangsa Israel dengan kawan-kawannya!
Interpretive Point: Penghukuman terhadap Perpecahan dalam Pengganti Damai
Pada Zakharia 11:14, tindakan Tuhan mematahkan tongkat “Tambatan” menandai bubarnya persaudaraan antara Yehuda dan Israel. Ayat ini menggaris batas antara masa kemurahan Tuhan yang menujukan pengguguran persatuan ilahi melalui nabi-nabi, dan akibat manusia yang menolak pemulihan. Dalam konteks pasal ini, Tuhan memperingatkan bahwa kelenturan manusia terhadap rencana-Nya dapat berubah menjadi kenyataan pahit ketika mereka memilih jalan perpecahan. Ayat ini tidak hanya menyinggung perpecahan historis bangsa Israel, tetapi beresonansi dengan tema besar Alkitab: persahabatan dengan Tuhan membutuhkan kesatuan hati di bawah satu gembala, bukan persetubuhan cinta pada diri sendiri maupun kemauan duniawi.
Konteks Sastra
Pasal 11 Zakharia menggambarkan Tuhan yang mengutus dua tongkat sebagai simbol kepemilikan-Nya terhadap umat-Nya. Tongkat pertama mewakili persatuan antara Yehuda dan Israel; tongkat kedua, Tambatan, menandakan persaudaraan yang telah terikat rapat secara sosial-religius. Ketika tambatan itu dipatahkan, hubungan antar kedua rumah tangga bangsa Israel memburuk, menandai masa keretakan rohani dan sosial. Penekanan pada tindakan simbolik ini menegaskan bahwa Allah tidak netral terhadap perpecahan umat-Nya; perpecahan adalah hasil dari kegagalan manusia untuk hidup setia pada perjanjian-Nya.
Makna Teologis
Yang paling penting adalah bahwa perpecahan bukan sekadar masalah politik; ia adalah kegagalan spiritual untuk menjaga satu umat Tuhan di bawah satu pengakuan. Tongkat Tambatan mewakili upaya menjaga persaudaraan melalui komitmen terhadap Tuhan dan struktur perjanjian-Nya. Ketika tongkat itu patah, Tuhan menunjukkan bahwa pengabdian yang tidak sejalan dengan kehendak-Nya membawa konsekuensi yang merosot bagi kehidupan komunitas. Ayat ini mengundang pembaca untuk mengevaluasi bagaimana hubungan antar komunitas percaya—dan antara gereja-gereja—bisa menjadi cerminan atau penghalang bagi kerja-Nya di dunia.
Kaitan Alkitabiah
Pertanyaan Refleksi
Penutup Singkat
Zakharia 11:14 mengingatkan bahwa Tuhan tidak membiarkan umat-Nya hidup dalam ilusi persatuan tanpa kesetiaan yang sejati. Ketika tambatan persaudaraan patah, konsekuensinya adalah keretakan yang melingkupi tidak hanya aspek sosial, tetapi juga rohani. Melalui renungan ini, kita dipanggil menilai bagaimana kita bersekutu sebagai satu umat, berpegang pada perjanjian-Nya, dan berupaya memulihkan persaudaraan dalam kasih Allah yang menyatukan.
Cuplikan Wajar dari Tokoh-Tokoh Penafsir Pujangga Klasik
Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa perpecahan umat manusia adalah konsekuensi dari ketidaksetiaan kepada Tuhan dan nyawa komunitas yang dipatahkan membuktikan teguran ilahi terhadap ketidaksetiaan tersebut. Mereka menegaskan nilai persatuan umat dalam kerangka perjanjian dan kesejatian iman yang menyatukan berbagai suku bangsa di bawah satu kepala Kristus. Kutipan singkat terkait tema ini tidak diulang secara langsung namun esensi pemikiran mereka menolong memahami bahwa perpecahan rohani menggugurkan damai dengan Tuhan dan sesama.
Cross-reference 1: Hosea 4:1-3 — menunjukkan akibat perjanjian yang dilanggar dan hilangnya kesatuan antara umat dengan Tuhan.
Cross-reference 2: Efesus 4:3-6 — dorongan untuk memelihara kesatuan rohani melalui damai sejahtera di dalam satu tubuh.
Cross-reference 3: Yesaya 11:13 — kedamaian dan penyatuan antara Yehuda dan Israel sebagai nubuat harapan masa depan.