Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZakharia 7:6 Tafsiran ayat Alkitab
Zakharia 7:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dan pada masa kamu makan minum, bukankah kamu sendiri juga yang makan minum itu?
Zakharia 7:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zakharia 7:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Korintus 11:20 (IDN) »
Sebab itu, apabila kamu berhimpun sama sendiri, itu bukannya cara makan perjamuan Tuhan.

Ulangan 14:26 (IDN) »
Maka di sanapun hendaklah kamu memberikan uang itu akan ganti segala barang yang kesukaan hatimu, akan ganti lembu dan kambing dan air anggur dan minuman pedas dan akan ganti segala yang kesukaan hatimu, maka begitu hendaklah kamu makan ramai-ramai di hadapan hadirat Tuhan, Allahmu, dan bersuka-sukaanlah serta dengan segala orang isi rumahmu.

Ulangan 12:7 (IDN) »
Maka di sanapun hendaklah kamu makan di hadapan hadirat Tuhan, Allahmu, dan bersukacitalah hati kamu akan segala yang pegangan tanganmu, baik kamu baik segala orang isi rumahmu, sekadar berkat yang telah diberi Tuhan, Allahmu, kepadamu.
Makna langsung
Ayat ini menegaskan bahwa sikap hidup umat Allah tidak sejalan dengan ritual puasa atau ibadah yang mereka lakukan ketika mereka sendiri hidup dalam kemakmuran, makan, dan minum. Tuhan mengingatkan bahwa puasa yang mereka lakukan tidak menjadi wujud kedalaman hati jika mereka tetap menikmati kenyamanan dunia tanpa memperhatikan kebutuhan sesama.
Latar belakang konteks
Zakharia 7–8 berada dalam periode pasca-pembuangan ketika umat kembali ke Yerusalem dan membangun kembali Bait Allah. Tuhan melalui nabi Zakharia menegur praktik religiositas lahiriah yang kehilangan fokus pada keadilan, belas kasih, dan kebenaran. Makar puasa pada masa itu menjadi perdebatan antara tradisi puasa karena peristiwa sejarah (mis. masa pembuangan) dan bagaimana hati serta tindakan sehari-hari mencerminkan iman kepada Allah.
Pengamatan interpretatif
Rangkaian silang (cross-references) dan hubungannya
Inti tematik singkat
Gagasan praktis yang terbatas
Renungkan: bagaimana kita hidup di rumah, di tempat kerja, dan di komunitas? Apakah cara kita makan, minum, dan berbagi mencerminkan iman yang aktif mendengar seruan Allah untuk keadilan, kebaikan, dan belas kasihan?
Inti ajaran yang dipegang para penafsir terdahulu
Berbagai penafsir publik domain bebas membentuk pesan bahwa ritual tanpa kasih tidak cukup. Mereka menekankan bahwa hati yang tegar terhadap sesama adalah bagian penting dari ibadah yang benar. Namun, dalam ringkasan ini, kita menghindari kutipan panjang; jika ada catatan singkat dari para penafsir seperti Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang relevan, mereka diulas secara ringkas dalam konteks inti tema tanpa menyalin teks secara penuh.
Penutup
Ayah rohani menuntun kita agar ibadah tidak menjadi topeng untuk kemewahan pribadi, melainkan komitmen nyata untuk keadilan, kasih, dan kesetiaan kepada Tuhan dalam keseharian kita.