Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4 Ulangan 5 Ulangan 6 Ulangan 7 Ulangan 8 Ulangan 9 Ulangan 10 Ulangan 11 Ulangan 12 Ulangan 13 Ulangan 14 Ulangan 15 Ulangan 16 Ulangan 17 Ulangan 18 Ulangan 19 Ulangan 20 Ulangan 21 Ulangan 22 Ulangan 23 Ulangan 24 Ulangan 25 Ulangan 26 Ulangan 27 Ulangan 28 Ulangan 29 Ulangan 30 Ulangan 31 Ulangan 32 Ulangan 33 Ulangan 34Verse
Ulangan 14:1 Ulangan 14:2 Ulangan 14:3 Ulangan 14:4 Ulangan 14:5 Ulangan 14:6 Ulangan 14:7 Ulangan 14:8 Ulangan 14:9 Ulangan 14:10 Ulangan 14:11 Ulangan 14:12 Ulangan 14:13 Ulangan 14:14 Ulangan 14:15 Ulangan 14:16 Ulangan 14:17 Ulangan 14:18 Ulangan 14:19 Ulangan 14:20 Ulangan 14:21 Ulangan 14:22 Ulangan 14:23 Ulangan 14:24 Ulangan 14:25 Ulangan 14:26 Ulangan 14:27 Ulangan 14:28 Ulangan 14:29



Ulangan 14:26—Makan Bersuka di hadapan Tuhan
Bagian ini berada dalam konteks hukum kesejahteraan umat Israel, khususnya mengenai persembahan perdamaian dan perayaan yang menyertai syarat-syarat hukum ketentuan sederhana. Ayat ini menekankan kebebasan dalam menggunakan apa yang telah dipersembahkan Allah untuk dinikmati dalam perayaan bersama keluarga, ketika keadaan memungkinkan, serta bagaimana momen itu menjadi ungkapan syukur dan persaudaraan di antara umat.
Ayat dalam kerangka pasal dan kitab
Dalam Ulangan 14, umat Israel diberi pedoman tentang persembahan bagi biaya perjalanan ziarah tahunan ke hadirat Tuhan. Ayat 26 menyinggung penggunaan uang persembahan untuk membeli barang-barang yang menyenangkan hati, lalu menikmatinya ramai-ramai di hadapan Allah bersama keluarga. Inti pesanannya adalah merayakan pemeliharaan Allah dengan kebersamaan, bukan sekadar memenuhi ritual ritus.
Gagasan utama dan pelajaran rohani
Inti ajaran ayat ini adalah menghubungkan pemeliharaan ilahi dengan kegembiraan komunitas. Allah memberi kelimpahan, dan umat dipanggil mengubah bagian persembahan menjadi pesta syukur yang menguatkan ikatan sosial. Ini menekankan rasa syukur yang nyata, dengan respons penuh kasih kepada sesama—berbagi, bersukacita, dan memuji-Nya di dalam persekutuan keluarga maupun komunitas.
Perbandingan dengan bagian-bagian Alkitab lain
Hubungan-hubungan ini menunjukkan bahwa makanan dan perayaan bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk memperdalam hubungan dengan Allah dan sesama dalam konteks pembaruan perjanjian.
Aplikasi praktis yang sehat
Cross-references dan kaitannya
• Imamat 23: stund, tentang pesta-pesta Allah yang melibatkan kebahagiaan bersama; menekankan makna perayaan sebagai respons iman. Penjelasan singkat: perayaan komunal menjadi wahana penyataan syukur atas pemeliharaan Allah.
• Mazmur 118:24, yang merayakan hari yang diciptakan TUHAN sebagai sebab bersukacita; mengaitkan kebahagiaan pribadi dengan pengakuan kasih-Nya. Singkatnya: kegembiraan merupakan respons alami terhadap kasih dan pemeliharaan Tuhan.
• 1 Korintus 10:17, tentang satu roti yang mempersatukan banyak orang dalam tubuh Kristus; mengajak pembaca melihat makna persekutuan dalam perjamuan iman sebagai refleksi persekutuan umat Allah.
Karangan rapih dari tokoh-tokoh penafsir (singkat)
Beberapa penafsir publik domain menilai bagian ini sebagai dorongan praktis untuk menyalurkan kesukaan ke dalam persekutuan, menolak penyalahgunaan sebagai sekadar pemborosan, dan menekankan bahwa pesta termasuk dalam perayaan syukur atas kasih Allah. Ringkasnya, kebebasan menggunakan persembahan untuk makan bersama di hadirat Tuhan menekankan keseimbangan antara ibadah yang benar dan kasih kepada sesama.
Catatan kutipan singkat: Matthew Henry menekankan bahwa perayaan dengan suara gembira menegaskan nikmat Allah, sementara Adam Clarke menyoroti bahwa suasana pesta di hadirat Tuhan menguatkan persatuan umat. Jika ada kutipan spesifik dari kedua tokoh tersebut dalam bentuk singkat, disertakan secara langsung dalam konteks yang tepat.
Inti ringkas
Ayat ini mengajarkan bahwa pemeliharaan Allah layak dirayakan dengan makan bersama, syukur, dan kegembiraan dalam komunitas. Perayaan bukan sekadar pemberian, melainkan persekutuan yang mempererat ikatan keluarga, suku, dan umat di hadapan Allah, sambil tetap menjaga sikap rendah hati dan berbagi dengan sesama.