Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiZakharia 7:14 Tafsiran ayat Alkitab
Zakharia 7:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka sebab itu Aku sudah mengembuskan mereka itu, seperti dengan angin ribut, di antara segala bangsa kafir yang tiada diketahuinya, dan tanah yang ditinggalkannya itu lalu dibinasakan, sehingga seorangpun tiada berjalan melalui dia atau kembali kepadanya, dan mereka itu sendiri juga yang mengadakan bahwa negeri yang mulia itu menjadi suatu kebinasaan adanya.
Zakharia 7:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Zakharia 7:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ulangan 28:33 (IDN) »
Bahwa hasil tanahmu dan segala hasil pekerjaanmu akan dimakan habis oleh suatu bangsa yang tiada kamu kenal, dan kamu akan teraniaya dan terpijak sama sekali pada segala hari.

Ulangan 28:64 (IDN) »
Maka Tuhanpun akan mencerai beraikan kamu di antara segala bangsa, dari pada ujung bumi datang kepada ujungnya, maka di sana biarlah kamu berbuat bakti kepada berhala, yang tiada dikenal dahulu oleh kamu atau oleh nenek moyangmupun tidak, yaitu yang dari pada kayu atau batu.

Ulangan 4:27 (IDN) »
Maka kamu akan dicerai-beraikan oleh Tuhan di antara segala bangsa, dan dari padamu akan tinggal yang sedikit bilangannya di antara segala bangsa kafir, yang Tuhan akan membuang kamu ke tengahnya.
Zakharia 7:14 (IDN) — Ringkasan konteks dan makna
Ayat ini berada dalam konteks nabi Zakharia yang menanggapi pertanyaan umat tentang puasa bulan keempat dan kelima yang dipakai sebagai tradisi ziarah rohani. Allah menegaskan bahwa puasa-puasa itu bukan sekadar rutinitas, melainkan pengakuan hati terhadap kehendak-Nya. Namun, karena umat tidak benar-benar bertobat dan mengikuti jalan-Nya, peringatan keras datang: pengucuran angin badai akhirnya mendorong mereka ke penyebaran di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal-Nya, dan tanah yang mereka tinggali menjadi gersang serta dibinasakan. Ayat ini menyoroti akibat serius dari ketidaktaatan umat Allah terhadap rencana-Nya, meskipun tanahnya dahulu diberkati dan dianggap tanah mulia.
Makna utama ayat
Ayat ini menekankan bahwa disiplin ilahi datang sebagai respons terhadap ketidaktaatan umat. Tuhan mengembuskan mereka seperti badai angin kencang di antara bangsa-bangsa asing; tanah yang dulu dipakai untuk kemuliaan-Nya menjadi tanpa penduduk. Inti pesan: Tuhan menilai kesetiaan hati lebih daripada ritual luar; jika umat tidak hidup secara adil dan berbelas kasihan, perlindungan-Nya terhadap negeri yang diberkati bisa berakhir dalam kehancuran dan perpisahan dari tanah warisan-Nya.
Pemikiran utama
Ayat lintas terkait
Refleksi praktis
Bagaimana kita merespons ritus rohani tanpa mengubah cara hidup? Ayat ini mengingatkan kita untuk menjaga integritas: keadilan, kemurahan hati, dan kesetiaan kepada Tuhan dalam pekerjaan sehari-hari, serta memperhatikan mereka yang lemah. Pertobatan bukan sekadar perasaan, melainkan perubahan nyata dalam tutur kata, tindakan, dan prioritas hidup.
Ringkasan singkat
Zakharia 7:14 memperingatkan bahwa Ketidaktaatan umat kepada Tuhan berakibat pada pengusiran dan kehancuran tanah yang pernah diberkati. Disiplin ilahi datang melalui diaspora dan kehancuran, menegaskan pentingnya hidup setia secara utuh, bukan hanya mengikuti ritual bahasa. Ketaatan yang lahir dari hati memulihkan hubungan dengan Tuhan dan memelihara tanah yang telah dianugerahkan-Nya sebagai ladang berkat.