Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 23:1 Amsal 23:2 Amsal 23:3 Amsal 23:4 Amsal 23:5 Amsal 23:6 Amsal 23:7 Amsal 23:8 Amsal 23:9 Amsal 23:10 Amsal 23:11 Amsal 23:12 Amsal 23:13 Amsal 23:14 Amsal 23:15 Amsal 23:16 Amsal 23:17 Amsal 23:18 Amsal 23:19 Amsal 23:20 Amsal 23:21 Amsal 23:22 Amsal 23:23 Amsal 23:24 Amsal 23:25 Amsal 23:26 Amsal 23:27 Amsal 23:28 Amsal 23:29 Amsal 23:30 Amsal 23:31 Amsal 23:32 Amsal 23:33 Amsal 23:34 Amsal 23:35



Amsal 23:17 menimbang hati yang benar (IDN)
Ayat ini berfungsi sebagai penyeimbang antara dorongan membumi dari iri hati terhadap orang berdosa dan panggilan hidup dalam takut akan Tuhan. Dalam konteks kitab Amsal, pepatah-petunjuk kebijaksanaan menekankan pembentukan karakter yang mantap: tidak membiarkan hawa nafsu mata liar merajalela, tetapi menahan diri dari dengki karena Tuhanlah yang patut ditakuti setiap hari. Ayat ini menuntun pembaca pada sikap batin yang teguh: hidup dengan takut akan Tuhan adalah respons harian yang mengarahkan pilihan-pilihan kita, termasuk bagaimana merespons ketidakadilan dunia di sekitar kita.
Inti makna ayat
Ayat ini mengajak kita menolak kecenderungan membiarkan iri hati terhadap orang yang melanggar hukum mempengaruhi hati. Sebaliknya, hari demi hari kita diajak untuk hidup dalam takut akan Tuhan—yakni menghormati Allah, mengikuti hikmat-Nya, dan menjaga integritas pribadi meskipun konteks sosial bisa menggoda kita untuk iri atau marah terhadap ketidakadilan.
Tema utama
Rujukan terkait
Beberapa bagian Alkitab lain yang menguatkan pola berpikir ini meliputi:
Penjelasan singkat atas hubungan tersebut: semua bagian menekankan kontrol diri dan orientasi hidup pada Allah, bukan pada pembandingan dengan orang lain atau pembalasan terhadap ketidakadilan dunia.
Refleksi praktis
Untuk menerapkan ayat ini, uji motivasi hati Anda setiap hari: mengapa Anda marah atau iri jika melihat orang berdosa mendapatkan kemudahan? Latih doa singkat—memohon hikmat dan penggarapan takut akan Tuhan—agar keputusan Anda tetap jujur dan penuh kasih. Dalam pekerjaan, keluarga, maupun hubungan sosial, biarkan takut akan Tuhan membentuk respons: doa lebih dahulu, lalu tindakan yang adil dan penuh kelembutan.
Inti penutup
Ayat ini mengingatkan bahwa hidup yang benar bukan nihil dari kegembiraan dunia, tetapi fokus pada takut akan Tuhan sebagai pedoman harian. Dengan menjaga hati dari iri terhadap orang yang berdosa, kita memilih kesetiaan kepada Allah, yang menjanjikan hikmat dan pertolongan di sepanjang perjalanan hidup.
Cuplikan pendek dari para komentator publik domain yang relevan tidak disertakan secara verbatim di luar konteks tertentu karena izin hak cipta tidak diperlukan untuk sumber domain publik. Inti ajaran berpusat pada keseimbangan antara keadilan batin dan ketundukan kepada Tuhan.