Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 23:1 Amsal 23:2 Amsal 23:3 Amsal 23:4 Amsal 23:5 Amsal 23:6 Amsal 23:7 Amsal 23:8 Amsal 23:9 Amsal 23:10 Amsal 23:11 Amsal 23:12 Amsal 23:13 Amsal 23:14 Amsal 23:15 Amsal 23:16 Amsal 23:17 Amsal 23:18 Amsal 23:19 Amsal 23:20 Amsal 23:21 Amsal 23:22 Amsal 23:23 Amsal 23:24 Amsal 23:25 Amsal 23:26 Amsal 23:27 Amsal 23:28 Amsal 23:29 Amsal 23:30 Amsal 23:31 Amsal 23:32 Amsal 23:33 Amsal 23:34 Amsal 23:35



Makna utama Amsal 23:25
Ayat ini menekankan dampak hubungan keluarga yang harmonis terhadap kesejahteraan batin anak-anak. Kebahagiaan orang tua adalah cermin keadaan hati anak, bukan sekadar kewajiban ritual. Menyenangkan ibu bapamu berarti menumbuhkan rasa hormat, syukur, dan tanggung jawab dalam menjalani hidup menurut hikmat Tuhan.
Amsal 23 menuturkan nasihat praktis tentang kehidupan sehari-hari yang dinyatakan melalui perumpamaan, nasihat tentang makanan, minuman, serta jauhnya dari godaan berbahaya. Ayat ini masuk dalam bagian yang mendorong penghormatan kepada orang tua sebagai bagian dari hikmat hidup. Secara lintas-surat, sikap hormat kepada orang tua dipandang sebagai ciri kebijaksanaan yang bertahan dalam hubungan keluarga dan memperkuat tatanan sosial yang berpusat pada Tuhan.
tiga pemikiran teologis
jejak tafsiran historis dan sumber terkemuka
Beberapa penafsir klasik menekankan bahwa penghormatan kepada orang tua merupakan bagian dari ketertiban moral yang Tuhan tetapkan. Dalam karya tafsir seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, dibahas bahwa tindakan menyenangkan orang tua adalah refleksi ketaatan terhadap perintah Allah dan menumbuhkan suasana rumah tangga yang berkenan kepada Tuhan. Kutipan singkat berikut menggambarkan nuansa umum:
“Hormat kepada orang tua adalah pangkal hikmat; itu adalah sungai yang membawa kebahagiaan ke rumah.” (merujuk pada aliran tafsiran klasik yang menekankan kehormatan sebagai inti kebijaksanaan hidup).
Catatan singkat: tidak semua tafsiran memuat kata persis itu, namun intinya tetap bahwa kebahagiaan orang tua adalah hasil dari hidup taat pada hikmat Tuhan yang direfleksikan dalam hubungan keluarga.
rangkaian rujukan lintas Kitab Suci
Beberapa ayat lain menyoroti tema hormat kepada orang tua:
Penjelasan singkat: ayat-ayat ini saling melengkapi dengan menekankan budaya hormat, kedewasaan batin, dan kemajuan keluarga dalam iman.
pertanyaan reflektif
kesimpulan singkat
Amsal 23:25 mengundang kita melihat bahwa kebahagiaan keluarga bukan sekadar reaksi emosional, melainkan buah dari hidup yang taat pada hikmat Tuhan. Ketika anak-anak menyukai ibu bapa mereka melalui tindakan, kata-kata yang lembut, dan pilihan yang bertanggung jawab, rumah tangga menjadi cermin rumah tangga yang diberkati Tuhan.