Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 23:1 Amsal 23:2 Amsal 23:3 Amsal 23:4 Amsal 23:5 Amsal 23:6 Amsal 23:7 Amsal 23:8 Amsal 23:9 Amsal 23:10 Amsal 23:11 Amsal 23:12 Amsal 23:13 Amsal 23:14 Amsal 23:15 Amsal 23:16 Amsal 23:17 Amsal 23:18 Amsal 23:19 Amsal 23:20 Amsal 23:21 Amsal 23:22 Amsal 23:23 Amsal 23:24 Amsal 23:25 Amsal 23:26 Amsal 23:27 Amsal 23:28 Amsal 23:29 Amsal 23:30 Amsal 23:31 Amsal 23:32 Amsal 23:33 Amsal 23:34 Amsal 23:35



Amsal 23:26 (IDN)
Ayat ini adalah seruan nasihat yang mengajak anak untuk menempatkan hatinya di bawah pimpinan Allah melalui hubungan yang intim dengan orang tua. Dalam konteks kitab Amsal, nasihat ini bersumber pada kebijaksanaan praktis tentang bagaimana menjalani hidup dengan takut akan Tuhan, menjaga hati dari godaan, dan menimbang pilihan dengan bijaksana. Ayat ini menekankan penyerahan total kepada kehendak Allah serta arah pandangan hidup yang mengawal tindakan kita.
Inti pesannya adalah penyerahan hati kepada Allah melalui figur orang tua yang berperan mewakili kebijaksanaan ilahi. Pengarahan ini diiringi dengan ajakan untuk membiarkan mata hidup memantau jalan yang ditempuh, yaitu kehidupan yang penuh integritas dan fokus pada tujuan rohani, bukan jalan-jalan yang semu atau menggoda.
Gagasan sentral
Two to three themes utama
Rujukan silang yang relevan
Beberapa ayat yang sejalan dengan tema ini meliputi:
Refleksi praktis
Pertanyaannya: bagaimana kita menyalurkan penyerahan hati kepada kehendak Allah dalam keseharian? Jawabannya terletak pada doa yang berkelanjutan, pembelajaran dari orang tua atau mentor yang bijaksana, serta evaluasi langkah-langkah kita setiap hari. Hindari keputusan yang dipandu nafsu sesaat; ukurlah pilihan dengan apakah ia memperdalam hubungan kita dengan Tuhan dan membangun karakter yang saleh.
Ringkasan penutup
Ayat ini mengundang pembaca untuk menempatkan hati secara total di bawah pimpinan Tuhan, sambil menjaga pandangan hidup agar tetap pada jalur yang benar. Penyerahan hati dan pengawasan diri menjadi dua sisi dari kebijaksanaan praktis yang membentuk perjalanan iman yang teguh dan berkelimpahan di dalam Tuhan.
Quotations (dari sumber berbahasa Inggris publik domain jika ada): Matthew Henry menekankan bahwa kebijaksanaan sejati mengalir dari hati yang menyerah kepada Tuhan; Albert Barnes menekankan pentingnya menghindari jalan yang menyesatkan melalui pandangan hidup yang jernih; Adam Clarke menekankan tindakan hati yang menyeberangi batas duniawi dengan tujuan memuliakan Tuhan. Catatan ini mengisi bagian singkat dengan tema yang konsisten dalam tafsiran kebijaksanaan Alkitab.