Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 15:1 Amsal 15:2 Amsal 15:3 Amsal 15:4 Amsal 15:5 Amsal 15:6 Amsal 15:7 Amsal 15:8 Amsal 15:9 Amsal 15:10 Amsal 15:11 Amsal 15:12 Amsal 15:13 Amsal 15:14 Amsal 15:15 Amsal 15:16 Amsal 15:17 Amsal 15:18 Amsal 15:19 Amsal 15:20 Amsal 15:21 Amsal 15:22 Amsal 15:23 Amsal 15:24 Amsal 15:25 Amsal 15:26 Amsal 15:27 Amsal 15:28 Amsal 15:29 Amsal 15:30 Amsal 15:31 Amsal 15:32 Amsal 15:33



Pemahaman Pokok Ayat
Ayat Amsal 15:27 mengingatkan bahwa keinginan berlebih untuk mendapatkan laba dengan cara tidak jujur membawa kerusakan pada diri sendiri, sedangkan orang yang membenci pemberian yang tidak jujur akan menjaga dirinya dari malapetaka.
Latar Kontekstual
Amsal adalah kitab kebijaksanaan yang menimbang dampak moral dari pilihan sehari-hari. Ayat ini menyoroti dua jalan: dorongan untuk mendapatkan laba melalui kelicikan atau ketamakan, dan penolakan terhadap iming-iming yang tidak benar. Dalam budaya timur-waktu yang menekankan kehormatan dan integritas, dorongan untuk “harta” sering diuji. Penyair bijak menekankan bahwa tindakan keliru untuk mendapatkan keuntungan bisa merusak rumah tangga, reputasi, serta hubungan dengan Tuhan dan sesama.
Interpretasi Utama
- Ketamakan dan gelojoh berbahaya karena menempuh jalan tidak adil yang pada akhirnya membongkar “rumahnya sendiri”—artinya membawa kehancuran pribadi, keluarga, dan posisi di hadapan Allah.
- Sikap membenci pemberian yang tidak benar menunjukkan kebijaksanaan dan pemeliharaan diri: seseorang yang tidak mau memanfaatkan cara yang tidak adil menjaga dirinya dari konsekuensi pelanggaran moral.
Observasi Penafsiran
Cek silang Tema
Hubungan dengan Ayat Lain
Hubungan dengan Amsal 28:22 menyoroti bahaya mengejar kekayaan dengan kebohongan; pengabutan hati karena ketamakan bisa menimbulkan malapetaka. Efek serupa tersirat dalam Yakobus 5:1-6 tentang kerugian bagi orang bosan karena menindas dan menumpuk kekayaan secara tidak benar.
Pemahaman Praktis
Sesuaikan sikap hidup: menolak taktik ambisius yang tidak adil; utamakan kejujuran dalam pekerjaan, pembagian keuntungan, dan pergaulan. Dalam situasi tawar-menawar atau peluang bisnis, perlakukan orang lain dengan adil meskipun ada godaan untuk memperkaya diri secara tidak jujur.
Inti Khotbah dari Para Penafsir Terdahulu
Para penafsir publik doman seperti Matthew Henry dan Albert Barnes menekankan bahwa akar ketamakan menimbulkan kehancuran rumah tangga, sementara kebijaksanaan sejati menolak dorongan yang tidak benar. Mereka menambah bahwa laba yang diperoleh dengan cara tidak adil adalah "laba yang keji" yang merusak karakter dan berujung pada kehilangan berkat ilahi. Adam Clarke menambah gambaran bahwa godaan untuk mengejar kelebihan harta tanpa integritas adalah ujian bagi iman. Ringkasnya, kehidupan yang dipimpin integritas melahirkan perlindungan serta keselamatan. Kutipan singkat yang relevan: Henry menekankan bahwa kebiasaan jahat membawa kehancuran rumah; Barnes mengingatkan pentingnya menahan diri dari godaan yang merusak. Clarke menekankan bahwa moralitas yang benar melindungi manusia dari konsekuensi doa yang tidak diterima.
Rangka Umum
Rujukan Silang
• Amsal 11:1 – kejujuran menimbang seluruh hidup; “Timbangan palsu adalah kekejian bagi TUHAN”.
• Ulangan 25:15 – keadilan dalam ukuran dan transaksi;
• Kolose 3:23-24 – lakukan pekerjaan dengan sepenuh hati sebagai untuk Tuhan.
Praktik bijak: Hindari godaan untuk mengambil jalan pintas. Keberanian berintegritas membangun rumah yang tahan badai, sementara kelicikan membawa keretakan yang akhirnya menyingkapkan kehancuran.