Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 15:1 Amsal 15:2 Amsal 15:3 Amsal 15:4 Amsal 15:5 Amsal 15:6 Amsal 15:7 Amsal 15:8 Amsal 15:9 Amsal 15:10 Amsal 15:11 Amsal 15:12 Amsal 15:13 Amsal 15:14 Amsal 15:15 Amsal 15:16 Amsal 15:17 Amsal 15:18 Amsal 15:19 Amsal 15:20 Amsal 15:21 Amsal 15:22 Amsal 15:23 Amsal 15:24 Amsal 15:25 Amsal 15:26 Amsal 15:27 Amsal 15:28 Amsal 15:29 Amsal 15:30 Amsal 15:31 Amsal 15:32 Amsal 15:33



Amsal 15:24 (IDN) – Impian Jalan Hidup yang Menuntun ke Atas
Setting ayat: Ayat ini berbicara tentang pilihan manusia di antara dua jalan hidup: jalan yang memberi hidup dan kemuliaan, versus jalan yang menuju kehancuran. Ayat ini menegaskan bahwa orang berbudi memilih arah yang lebih tinggi dan menjauh dari jalan yang menuju neraka, yakni kehancuran kekal. Perkataan ini muncul dalam rangka nasihat hikmat yang menuntun insan kepada hidup yang berkenan di hadapan Allah.
Makna teologis dan iman yang tersirat
Amsal 15:24 menunjukkan bahwa Allah menghargai hikmat yang membawa manusia naik ke atas—arti hidup yang selamat dan diberkati. Jalan selamat berarti mengikuti bimbingan Allah, taat pada hikmat-Nya, dan menjauhi jalan daging yang menuntun pada kejatuhan. Tuhan adalah sumber pencerahan; ketika seseorang memilih jalan yang berkenan pada-Nya, Tuhan memberkati langkahnya dengan tujuan kekal.
Kata-kata kunci dan gambaran
Cuplikan pemikiran para komentator klasik (ringkas)
Para komentator publik bidang hikmat berpendapat bahwa nasihat ini menantang pembaca untuk memilih penyataan hidup yang benar di hadapan Allah, bukan jalan yang keliru karena kenyamanan semata. Mereka menekankan bahwa hikmat ialah kemampuan menilai mana yang mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan dan khasnya mengarah pada pengenalan yang lebih dalam tentang rencana-Nya bagi umat-Nya. Cuplikan pendapat singkat yang relevan:
“Maka orang yang berbudi itu memilih jalan selamat yang menuju ke atas.” (ringkas dari aliran komentar klasik, menekankan bahwa hikmat menuntun kepada kemuliaan dan pembebasan dari bahaya kekeliruan).
Hubungan dengan bagian-bagian lain Alkitab
Beberapa ayat terkait menekankan tema yang sama:
Aplikasi praktis untuk kehidupan sekarang
Penutup singkat
Ayat ini mengingatkan bahwa hidup bermakna ketika kita memilih hikmat yang mengarahkan kita naik ke atas, menuju Allah, dan menjauhi jalan yang akhirnya membawa kehancuran. Melalui hikmat-Nya, kita dipanggil hidup dalam terang, dengan tujuan kekal di hadapan-Nya.
Cross-reference singkat
Relasi singkat dengan ayat-ayat terkait: - Hakikat jalan hidup yang diberkati melalui hikmat Allah (hubungan dengan konsep “jalan selamat” secara umum). - Panggilan untuk tetap dalam Kristus sebagai jalan hidup yang benar dan berkat kekal (konteks Perjanjian Baru terkait jalan hidup dalam iman kepada Tuhan). - Narasi hikmat yang menuntun pembaca kepada pilihan hidup yang membawa kemuliaan Allah.