Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 15:1 Amsal 15:2 Amsal 15:3 Amsal 15:4 Amsal 15:5 Amsal 15:6 Amsal 15:7 Amsal 15:8 Amsal 15:9 Amsal 15:10 Amsal 15:11 Amsal 15:12 Amsal 15:13 Amsal 15:14 Amsal 15:15 Amsal 15:16 Amsal 15:17 Amsal 15:18 Amsal 15:19 Amsal 15:20 Amsal 15:21 Amsal 15:22 Amsal 15:23 Amsal 15:24 Amsal 15:25 Amsal 15:26 Amsal 15:27 Amsal 15:28 Amsal 15:29 Amsal 15:30 Amsal 15:31 Amsal 15:32 Amsal 15:33



Inti Naskah: Hati yang bersukacita memaniskan muka
Makna ayat Amsal 15:13 adalah bahwa sukacita sejati dari hati menghasilkan raut wajah yang tenang dan berseri, sementara kesedihan dalam hati menutupi kehadiran hidup di wajah seseorang.
Latar konteks
Amsal adalah kumpulan petunjuk kebijaksanaan yang menuntun hidup manusia pada hidup yang saleh dan bijaksana. Ayat ini menyoroti hubungan erat antara keadaan batin dan ekspresi wajah. Penulis Amsal menempatkan kebenaran ini dalam konteks kehidupan keluarga, pekerjaan, dan pergaulan, di mana sikap hati memengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan orang lain.
Observasi penafsiran
Pengamatan tematik
Beberapa tema utama muncul: (1) hubungan antara hati dan ekspresi wajah; (2) dampak batin terhadap interaksi sosial; (3) kebutuhan untuk memupuk sukacita melalui iman dan hubungan yang sehat dengan Tuhan. Ayat ini mengajak pembaca untuk menilai bagaimana batin mengarahkan perilaku dan bagaimana kasih Allah memberdayakan sukacita yang memancar dalam hidup sehari-hari.
Hubungan silang (cross-references)
Penjelasan singkat: Ketiga rujukan ini memperlihatkan bahwa kegembiraan rohani datang dari kehadiran Tuhan dan perjanjian-Nya, yang memantulkan suasana hati dalam wajah, langkah, dan cara berkomunikasi dengan sesama.
Renungan praktis
Ringkasan penutup
Ajakan ayat ini sederhana namun kuat: hati yang bersukacita memaniskan muka; hati yang remuk menindihkan nyawa. Kebijaksanaan menuntun kita agar menjaga keadaan batin agar hidup kita memancarkan damai dan berseri di hadapan Tuhan dan sesama.
Catatan singkat dari sumber tafsir publik domain terkait membuat kita melihat bahwa sabda ini terkait erat dengan bagaimana iman memulihkan hati, sehingga ekspresi kita terhadap dunia di sekitar menjadi cerminan anugerah Allah di dalam kita.