Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMatius 2:19 Tafsiran ayat Alkitab
Matius 2:19 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Apabila Herodes sudah mati, maka kelihatanlah seorang malaekat Tuhan kepada Yusuf di dalam mimpi di tanah Mesir,
Matius 2:19 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Matius 2:19 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Matius 1:20 (IDN) »
Tetapi sedang ia berpikir demikian, kelihatanlah padanya di dalam mimpi seorang malaekat Tuhan, yang berkata, "Hai Yusuf, anak Daud, janganlah engkau kuatir menerima Maryam itu menjadi isterimu, karena kandungannya itu terbitnya daripada Rohulkudus.

Daniel 8:25 (IDN) »
Dan oleh cerdiknya akan beruntung juga segala tipu yang dikenakannya, lalu ia akan mengatas-ataskan dirinya dalam hatinya dan dibinasakannya beberapa berapa orang yang dalam hal selamat sentosa, dan iapun akan mendurhaka kepada Raja segala raja, tetapi iapun akan dipecahkan tiada dengan tanga.

Matius 2:22 (IDN) »
Setelah didengarnya Arkhilaus menjadi raja di tanah Yudea, menggantikan Herodes, ayahnya itu, maka takutlah Yusuf pergi ke sana; tetapi sebab dinyatakan oleh Allah kepadanya di dalam mimpi, lalu pergilah ia menyimpang ke daerah tanah Galilea,
Setting segera ayat: Matius 2:19
Setelah rencana Herodes yang kejam terhadap bayi-bayi Betlehem gagal, kita melihat Allah bekerja dalam cara yang lembut namun tegas. Ayat ini menggambarkan kelanjutan pelaksanaan rencana Allah melalui perlindungan-Nya terhadap Yusuf, Maria, dan bayi Yesus di tengah kegelapan bahaya dunia. Kematian Herodes membebaskan keluarga Allah untuk kembali ke tanah Israel, dan malaikat Tuhan muncul dalam mimpi sebagai penuntun perjalanan iman mereka.
Apa yang diungkap teks tentang Allah dan iman
Ayah surgawi tetap memelihara rencana-Nya meskipun manusia menentangnya. Allah menggunakan mimpi sebagai alat komunikasinya, menunjukkan bahwa peziarahan iman memerlukan ketaatan penuh kepada firman-Nya, bukan hanya kehendak hati manusia. Impian malaikat Tuhan menegaskan bahwa Allah mempersiapkan jalan bagi pemulihan dan perlindungan anak-Nya, menyatakan kehadiran-Nya yang dekat dalam rintangan.
Penjelasan kata dan gambar penting
Hubungan dengan bagian Alkitab lainnya
Cross-references yang relevan:
Penjelasan singkat tentang hubungan pada tingkat teologi: Allah tidak membatasi diri pada kehadiran yang menakutkan, melainkan membimbing orang percaya lewat cara yang paling tepat pada waktu-Nya—sering melalui mimpi, firman, atau doa yang membentuk tindakan iman.
Pelaksanaan makna untuk umat sekarang
Ayat ini mengingatkan kita bahwa perlindungan ilahi tidak selalu berarti tidak ada bahaya. Sebaliknya, Allah hadir untuk membimbing kita melewati bahaya dengan hikmat-Nya. Ketika kita menghadapi jalan buntu atau ancaman, kita dapat mengandalkan janji-Nya dan ketaatan kepada firman-Nya, sambil menantikan arahan-Nya yang mengarahkan langkah kita kembali ke tujuan-Nya.
Aplikasi praktis
Inti dari pengajaran ini adalah Allah selalu menjaga dan membimbing umat-Nya melalui cara-Nya sendiri, demi kebenaran dan keselamatan yang lebih tinggi.
Catatan singkat terkait kutipan para komentator publik domain (tanpa menyalin panjang):
Beberapa ahli seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan penyertaan ilahi sebagai bagian inti kisah ini—Allah yang memimpin, melindungi, dan membebaskan melalui langkah-langkah yang tampaknya sederhana namun penuh makna. Jika ada kutipan langsung yang relevan, akan dicantumkan secara ringkas sesuai sumber yang tersedia di domain publik.