Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Daniel 8:1 Daniel 8:2 Daniel 8:3 Daniel 8:4 Daniel 8:5 Daniel 8:6 Daniel 8:7 Daniel 8:8 Daniel 8:9 Daniel 8:10 Daniel 8:11 Daniel 8:12 Daniel 8:13 Daniel 8:14 Daniel 8:15 Daniel 8:16 Daniel 8:17 Daniel 8:18 Daniel 8:19 Daniel 8:20 Daniel 8:21 Daniel 8:22 Daniel 8:23 Daniel 8:24 Daniel 8:25 Daniel 8:26 Daniel 8:27



Makna singkat Daniel 8:25 dalam bahasa IDN
Ayat ini menggambarkan tipuan dan kelicikan sang antagonis yang akan menumpuk keberuntungan karena kepandaiannya dalam menipu. Namun, semua kekuasaan dan rencana itu akhirnya akan runtuh karena pembangkangannya terhadap Raja segala raja. Tekadnya untuk menaklukkan dan menghancurkan berujung pada kejatuhan yang tidak bisa diatasi dengan kekuatan manusia sendiri.
Latar belakang konteks
Ayat ini muncul dalam bagian nubuat Daniel yang menyingkap konflik kekuasaan di periode pasca-kembalinya bangsa Israel dari pembuangan. Penglihatan menggambarkan seekor kambing timur dengan tanduk panjang yang terjatuh, lalu lahirlah penguasa-penguasa yang menimbulkan perlawanan terhadap umat Allah. Pesan utama adalah bahwa meski mereka tampak beruntung dan memiliki kepandaian, ucapan ilahi menetapkan akhirnya kekuasaan mereka runtuh karena keingkaran terhadap Tuhan.
Pembacaan tafsir dan observasi
Ayat silang yang relevan
Inti teologi dan penerapan praktis
Ayat ini mengajak pembaca untuk melihat bahwa kemenangan sejati tidak terletak pada tipu daya atau kekuasaan duniawi, melainkan pada ketaatan kepada Tuhan. Kecerobohan karena kesombongan akan berakhir di hadapan kuasa Tuhan yang adil. Dalam konteks pribadi, kita dipanggil untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan, mencari hikmat-Nya, dan menahan diri dari tindakan yang menentang kehendak-Nya.
Rujukan singkat yang relevan
Rujukan: nubuat tentang kejatuhan kebuasan manusia karena sombong; melihat bagaimana kekuasaan manusia dinilai di hadapan Allah yang berkuasa.
Pertimbangan praktis singkat
Quotations from classic commentators (singkat dan relevan)
Matthew Henry menekankan bahwa tipu muslihat manusia membawa kemenangan sementara, tetapi akhirnya ditetapkan oleh kehendak Tuhan. Albert Barnes menyoroti konsekuensi kesombongan yang menimbulkan perlawanan terhadap Allah dan akibatnya. Adam Clarke menggabungkan gambaran tentang kejatuhan karena pembangkangan terhadap Raja segala raja dengan kenyataan bahwa kekuatan manusia tidak berdaya melawan kehendak Ilahi. Kutipan singkat yang relevan: "urang akan dipecahkan tiada dengan tanga" menegaskan bahwa upaya manusia tidak bisa mencegah pembinasaan yang ditentukan ilahi.
Penafsiran ini bersandar pada tradisi tafsiran publik domain yang menyoroti bahwa kekuasaan duniawi bersinar sementara, tetapi takhta Allah tak tertandingi; hal ini meneguhkan harapan umat Allah untuk tetap setia meski menghadapi tipu daya dunia.