Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMatius 2:20 Tafsiran ayat Alkitab
Matius 2:20 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
sambil berkata, "Bangunlah dan bawa kanak-kanak itu serta dengan ibunya, dan berangkatlah ke tanah Israel; karena segala orang yang hendak membunuh kanak-kanak itu sudah mati."
Matius 2:20 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Matius 2:20 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Keluaran 4:19 (IDN) »
Maka firman Tuhan kepada Musa, pada masa ia lagi di Midian: Pergilah engkau, pulanglah ke Mesir, karena segala orang yang hendak membunuh akan dikau itu sudah mati.

Amsal 3:5 (IDN) »
Haraplah pada Tuhan dengan segenap hatimu, dan jangan engkau bersandar kepada akalmu.

1 Raja-raja 11:21 (IDN) »
Hata, setelah kedengaranlah kabar kepada Hadad di Mesir mengatakan raja Daud sudah mangkat beradu dengan segala nenek moyangnya dan Yoab panglima perangnyapun sudah mati, maka kata Hadad kepada Firaun: Berilah kiranya izin beta pulang ke negeri beta.
Matius 2:20 (IDN) — Tanda Keselamatan Berlanjut
Dalam kisah perlindungan Allah terhadap bayi Yesus, pasal ini menutup segmen awal mengenai bahaya yang menumpuk di masa itu. Setelah Yusuf mendapat mimpi untuk kembali kepada keluarganya, Allah memberi arahan baru melalui malaikat: mereka boleh pulang ke tanah milik nenek moyang mereka di Israel karena ancaman terhadap nyawa bayi itu telah berakhir. Ayat ini menegaskan bahwa rencana penyelamatan Allah tidak hanya memulai dengan kelahiran, tetapi juga mengarahkan jalannya hidup umat-Nya melalui perlindungan dan kepastian.
Makna inti
Ayat ini menekankan berakhirnya bahaya segera setelah rezim tiran yang merugikan bayi Allah selesai. Yusuf diberi sabda yang mengubah arah perjalanan: pulang ke Tanah Israel karena semua orang yang hendak membunuh kanak-kanak itu sudah mati. Allah secara aktif membimbing umat-Nya melalui mimpi, firman malaikat, dan perlakuan nyata terhadap situasi yang berubah.
Tema-tema utama
Rujukan silang yang relevan
• Yer. 31:16–17: Menyinggung pemulihan bangsa dan perlindungan ilahi bagi masa depan. Penyangkalan bahaya untuk sementara tergantikan dengan harapan.
• Kis. 16:9–10: Melihat bagaimana penglihatan dan suara ilahi membimbing langkah murid-murid awal dalam perjalanan pelayanan.
• Kej. 28:15: Janji Allah yang menjamins perlindungan-Nya di sepanjang perjalanan umat-Nya.
Penafsiran praktis
Nasihat bagi pembaca hari ini adalah mempercayai bahwa Allah memimpin jalannya hidup meskipun situasi tampak mengancam. Ketika keadaan berubah, respons iman yang taat menjadi kunci untuk melanjutkan pekerjaan-Nya. Doa, hikmat, dan ketaatan praktis—seperti kembali ke tanah berkat mengikuti petunjuk ilahi—menjadi landasan keselamatan bagi keluarga iman.
Garis besar karya para komentator klasik
Para komentator gereja lama menekankan bahwa pelajaran dari ayat ini adalah keteguhan Allah dalam mengarahkan umat-Nya melalui badai sejarah. Kedua tokoh publik domain, Matthew Henry dan Adam Clarke, menyoroti bagaimana mimpi Yusuf menegaskan kehadiran ilahi dalam keputusan hidup. Adam Clarke menambah bahwa bahaya telah berlalu karena keadilan ilahi bekerja melalui kematian orang yang berusaha membinasakan bayi itu. Catatan singkat ini menguatkan gagasan bahwa keselamatan bukan hanya peristiwa lahiriah, melainkan kerja nyata Allah atas rencana-Nya.
Inti pesan praktisnya adalah percaya pada pimpinan Tuhan ketika langkah kita memerlukan arahan jelas, dan mengakui bahwa perlindungan-Nya menuntun kita menuju tujuan-Nya yang lebih besar.
Ringkasnya, ayat ini menegaskan bahwa setelah ancaman dasyat terhadap bayi Yesus reda, Allah membuka jalan aman melalui perintah ilahi untuk kembali ke Israel, menjaga keluarga-Nya dan mempersiapkan kelanjutan karya keselamatan melalui Sang Mesias.