Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 24:17 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 24:17 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka barangsiapa yang telah memalu orang sampai ia mati, tak akan jangan iapun akan mati dibunuh.
Imamat 24:17 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 24:17 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kejadian 9:5 (IDN) »
Bahwa sesungguhnya akan darah kamu, yaitu jiwa kamu, maka Aku akan menuntut belanya; kepada segala binatang Aku menuntut belanya dan kepada tangan manusiapun; dan kepada tangan segala saudara orang Aku akan menuntut jiwa manusia.

Ulangan 19:11 (IDN) »
Tetapi jikalau barang seorang benci akan samanya manusia serta diadangnya akan dia dan diterpanya dan dipalunya sampai putus nyawanya, lalu orang itupun lari kepada salah sebuah negeri itu,

Keluaran 21:12 (IDN) »
Adapun barangsiapa yang memalu orang sampai mati, ia itu tak dapat tiada dibunuh juga hukumnya.
Makna Ayat (Imamat 24:17)
Makna utama ayat ini adalah larangan keras terhadap kekerasan yang menyebabkan kematian. Orang yang dengan sengaja memukul orang hingga mati tidak layak menerima pengampunan ringkas; hukum memanggilnya untuk mempertanggungjawabkan nyawanya sendiri melalui kematian sebagai hukuman yang setimpal. Ayat ini menegaskan prinsip balas dendam yang sekarang diatur secara tegas oleh hukum Allah bagi komunitas Israel.
Latar belakang kontekstual
Imamat berfungsi sebagai kode hukum bagi bangsa Israel, mengatur tata cara ibadah, kemurnian, dan norma-norma moral dalam kehidupan sehari-hari. Ayat ini muncul dalam peraturan pidana mengenai kekerasan. Dalam budaya kuno, perlindungan hak hidup individu adalah pokok, dan hukum memberikan respon yang tegas terhadap kejahatan tersebut guna menjaga ketertiban dan keadilan komunitas.
Pengamatan tafsiran inti
Ringkasan tematik
Tautan silang yang relevan
Beberapa rujukan lintas yang memberi konteks teologis dan moralis:
Konteks teologis singkat (berdasarkan penafsiran para komentator terdahulu)
Penjelasan ala Matthew Henry menekankan bahwa hukum ini menuntun komunitas untuk menjaga kebenaran dan mengutamakan perlindungan hidup manusia; Adam Clarke menyoroti pentingnya niat dan konsekuensi tindakan; Albert Barnes menekankan keadilan ilahi yang tidak membenarkan kekerasan tanpa akuntabilitas.
Pesan praktis yang singkat
Ayat ini mengingatkan kita bahwa hidup manusia memiliki nilai serius di mata Allah, dan setiap tindakan yang membawa kematian secara sengaja menuntut pertanggungjawaban. Dalam konteks sekarang, prinsip keadilan, tanggung jawab hukum, dan perlindungan terhadap sesama tetap relevan untuk membangun masyarakat yang aman dan adil.
Penambahan kutipan singkat dari komentator kuno (jika ada): Matthew Henry menekankan bahwa hukum ini menegaskan perlindungan hidup dan keadilan bagi korban; Adam Clarke menegaskan fokus pada niat pelaku; Albert Barnes menekankan akuntabilitas di hadapan hukum ilahi.
Penutup
Ayat ini menggabungkan purifikasi hukum dengan kasih kedaulatan Allah atas kehidupan manusia. Nilainya adalah integritas hidup, keadilan operasional, dan tanggung jawab pribadi dalam menghindari kekerasan yang mematikan.