Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 24:14 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 24:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bawalah akan orang yang telah menghujat itu ke luar dari pada tempat tentara, hendaklah segala orang yang telah mendengarnya itu menumpangkan tangannya pada kepala orang itu, lalu hendaklah segenap sidang itu melempari dia dengan batu.
Imamat 24:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 24:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ulangan 17:7 (IDN) »
Maka tangan orang saksi itu hendaklah diangkat dahulu akan membunuh dia, lalu tangan segenap orang banyak; begitulah patut kamu membuang yang jahat itu dari tengahmu.

Imamat 20:27 (IDN) »
Maka barangsiapa di antara kamu, baik orang laki-laki atau perempuan, yang menjadi petenung atau menaruh hikmat iblis, tak akan jangan ia itu mati dibunuh, hendaklah orang melempari dia dengan batu, maka darahnya tertanggunglah atasnya.

Ulangan 21:21 (IDN) »
Pada masa itu hendaklah segala orang isi negerinya melontari dia dengan batu sampai matilah ia; demikian hendaklah kamu membuang yang jahat itu dari tengahmu, supaya kedengaranlah ia itu kepada segala orang Israel dan ketakutanlah mereka itu.
Imamat 24:14 (IDN) — konteks segera dan makna pokok
Ayat ini muncul dalam bagian hukum mengenai kasus menghujat nama Tuhan dan perlakuan hukum terhadap pelaku. Setelah terdengar penghujatan itu, imam dan seluruh sidang Israel hendaklah bertindak tegas dengan memindahkan pelaku menjauhi perhimpunan lalu melemparkannya dengan batu, sebagai hukuman mahdur sesuai hukum Kemah Suci.
Apa yang diungkap tentang Allah dan iman di ayat ini
Ayah-ayah hukum Israel pada zamannya menegakkan kemurnian perjanjian dengan Allah dengan spontan mengikuti visi keadilan yang tidak tergoyahkan. Ayat ini menegaskan seriusnya penghujatan terhadap nama Tuhan dan perlunya menjaga kesucian umat dalam komunitas perjanjian. Nilai yang dipertahankan ialah ketaatan mutlak terhadap Tuhan, sekaligus perlindungan terhadap sertamereka yang mengkhianati perjanjian melalui perkataan yang menghujat.
Istilah penting dan gambaran utama
Rujukan silang yang relevan
Beberapa bagian lain memberi konteks tentang seriusnya kekudusan Tuhan dan tanggung jawab komunitas:
Penjelasan singkat dari penafsir klasik
Para penafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa ayat ini menegaskan kekudusan liturgi dan hukum masyarakat Israel sebagai bagian dari perjanjian kudus. Mereka menyoroti bahwa tindakan bersama untuk menghukum secara publik mencerminkan integritas hukum Tuhan dalam kehidupan komunitas, bukan pelebaran kekerasan tanpa tujuan teologis. Jika ada kutipan singkat yang relevan dari karya-karya mereka, akan ditandai di bagian ini:
“Kehidupan suci Tuhan menuntut tindakan tegas terhadap pelanggaran yang menodai nama-Nya.” (ringkas dari tema umum yang ditemui dalam komentar historis para penafsir, tanpa menyalin teks persis mana pun secara panjang).
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Ayat ini terhubung dengan pemeliharaan kemurnian nama Tuhan dan konsekuensi komunitas terhadap tindakan buruk. Secara umum, hubungan ini menggarisbawahi bahwa integritas iman memerlukan disiplin sosial yang bertujuan memulihkan, bukan sekadar menghukum. Prinsip keadilan komunitas diulang dalam hukum-hukum lain tentang tindakan merusak kesatuan umat dan perlunya sakramen moral yang bersih.
Aplikasi praktis bagi umat percaya sekarang
Di tengah gereja masa kini, prinsip yang relevan ialah menjaga kesakralan nama Tuhan dan menjaga komunitas dari penyalahgunaan kata-kata atau perbuatan yang merusak iman. Namun, penerapan hukum sanksi secara literal seperti batu tidak lagi dipraktikkan dalam konteks kekristenan modern. Inti ajaran adalah:
Penafsiran ini menekankan integritas komunitas sebagai bagian dari kesetiaan beriman. Allah tetap Tuhan yang kudus, dan umat Dia dipanggil hidup dalam kesetiaan yang membangun, memulihkan, dan memuliakan-Nya.