Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 24:23 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 24:23 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka disuruh Musa akan bani Israel membawa orang penghujat itu ke luar tempat tentara dan melempari dia dengan batu sampai ia mati; maka diperbuatlah oleh bani Israel seperti firman Tuhan yang kepada Musa itu.
Imamat 24:23 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 24:23 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 24:14 (IDN) »
Bawalah akan orang yang telah menghujat itu ke luar dari pada tempat tentara, hendaklah segala orang yang telah mendengarnya itu menumpangkan tangannya pada kepala orang itu, lalu hendaklah segenap sidang itu melempari dia dengan batu.

Bilangan 15:35 (IDN) »
Maka firman Tuhan kepada Musa: Tak akan jangan orang itu mati dibunuh; hendaklah segenap sidang melontari dia dengan batu di luar tempat tentara.

Ibrani 10:28 (IDN) »
Adapun orang yang menolakkan hukum Musa itu, mati dibunuh dengan tiada dikasihani, atas kesaksian dua tiga orang saksi;
Imamat 24:23 (IDN) – Menghormati Allah dengan Hukuman atas Penghujatan
Gema perikop ini membawa kita pada satu momen tegas di antara umat Israel: seorang yang menghujat Tuhan dihadapkan pada penghakiman publik melalui lempar batu. Ayat ini menutup kejadian tersebut dengan ketaatan bani Israel terhadap firman Tuhan yang disampaikan kepada Musa. Penekanan utamanya adalah keseriusan Tuhan terhadap perkataan-Nya dan perlunya umat menegakkan pantangan penghujatan demi kemurnian saksama ibadah.
Larutan konteks pada pasal ini
Imamat 24:10-23 mencatat insiden seorang laki-laki Israel yang menista nama Tuhan dengan sumpah menista, dan sebagai konsekuensinya ia dibawa di hadapan tabut perjanjian untuk dihakimi. Musa menuliskan keputusan yang telah diambil: orang itu disingkirkan dari antara umat untuk dihukum mati dengan batu. Keputusan ini menunjukkan bahwa hukum Taurat menuntut keadilan tanpa pandang bulu, serta menjaga kekudusan perjanjian yang dipanggil Tuhan.
Pemaknaan utama ayat
Ayat ini menegaskan bahwa tindakan penghujatan terhadap Allah tidak bisa dibiarkan tanpa konsekuensi. Allah yang suci menuntut kesetiaan total dari umat-Nya, dan pelanggaran berat terhadap nama-Nya harus disingkirkan demi mempertahankan kemurnian beribadah. Dalam konteks hukum ibadah Israel, langkah ekstrem ini menegaskan transparansi hukum: Tuhan berfirman, umat menjawab dengan tindakan yang meneguhkan ketetapan-Nya.
Wawasan dari tokoh-tokoh berbahasa Inggris (ringkas)
Khususnya, para komentator lama menekankan bahwa kejadian ini menaruh beban tanggung jawab moral pada komunitas: mereka yang menuturkan bahasa suci Tuhan mesti hidup dalam kemurnian, dan tindakan kolektif komunitas menegaskan bahwa Allah tidak direduksi menjadi objek полот. Mereka juga menyoroti bahwa hukum ini bersifat korporat: umat Israel sebagai komunitas menanggung konsekuensi tindakan individu apabila menyusahkan nama Tuhan di mata bangsa lain.
Alinea-kunci dari pandangan ilustratif (referensi singkat)
Beberapa komenter terkenal menyoroti bahwa contoh ini mengingatkan perlunya menjaga ucapan dan tindakan di hadapan Tuhan. Tuhan bukan sekadar pribadi pribadi, tetapi Allah yang mengikat umat dalam perjanjian. Dalam pandangan para komentator seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, prinsipnya ialah kekudusan Tuhan menuntut respons yang serius dari umat-Nya ketika firman-Nya dilanggar. Jika ada kutipan singkat, catatan berikut dapat ditemukan dalam karya mereka: Henry menekankan pentingnya kasih dan keadilan Allah; Barnes menegaskan bahwa hukuman ini menegakkan hukum ilahi; Clarke menyoroti bagaimana hukum menegakkan ketertiban dalam pergaulan bangsa Israel.
Cross-references dan pemahaman lintas kitab
Penjelasan singkat mengenai hubungan silang ini: semua potongan hukum menekankan bahwa umat dipanggil hidup dengan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan, sehingga tindakan serius terhadap penghujatan maupun pelanggaran berat lainnya menjadi bagian dari menjaga kemurnian perjanjian-Nya.
Aplikasi praktis bagi kehidupan gereja dan iman pribadi
Ringkasan
Imamat 24:23 menegaskan bahwa Allah yang kudus menuntut ketulusan dan kemurnian dari umat-Nya. Penghujatan terhadap nama-Nya tidak hanya menyakitkan Tuhan, tetapi juga merusak sakralitas komunitas yang dipanggil-Nya. Dalam konteks hukum Israel, tindakan pembunuhan penghujat itu adalah upaya menjaga kesetiaan perjanjian Tuhan. Melalui coretan mitra-komentar klasik, inti ajaran tetap sama: hidup dalam ketaatan kepada firman Tuhan secara pribadi maupun sebagai komunitas, demi kemurnian ibadah dan damai bagi umat-Nya.