Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 24:16 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 24:16 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka barangsiapa yang menghujat nama Hua, tak akan jangan orang itu mati dibunuh; hendaklah segenap sidang melempari dia dengan batu, baik ia orang dagang baik ia anak bumi, jikalau dihujatnya nama itu, tak akan jangan orang itu mati dibunuh.
Imamat 24:16 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 24:16 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Matius 12:31 (IDN) »
Sebab itu Aku berkata kepadamu: Bahwa segala dosa orang dan hujatnya pun akan diampuni, tetapi menghujat Roh itu tiada akan diampuni.

Yakobus 2:7 (IDN) »
Bukankah mereka itu yang menghujat nama yang mulia, yang disebutkan atas kamu itu?

Yohanes 10:33 (IDN) »
Lalu jawab orang Yahudi kepada-Nya, "Memang karena perbuatan yang baik tiada kami merajam Engkau, hanya sebab menghujat Allah, dan lagi sebab Engkau ini seorang manusia menjadikan diri-Mu Allah."
Interpretasi Utama
Teks Imamat 24:16 menegaskan bahwa penghujatan terhadap nama Tuhan hanya boleh ditanggapi dengan hukuman mati melalui penghakiman jemaat. Ayat ini menekankan kekudusan nama Tuhan serta menegaskan bahwa penghinaan terhadap Allah adalah pelanggaran serius yang mengancam seluruh komunitas perjanjian.
Konteks Sastra
Bagian pasal 24 berisi hukum-hukum tentang perseteruan, saksi, dan tindakan terhadap penghujatan. Ayat ini muncul dalam rangka menjaga kesetiaan umat Israel kepada Yehova, terutama di tengah tata kehidupan komunal dan singkatnya laporan tentang peristiwa pelanggaran sakral yang memerlukan respons publik. Secara bahasa, frasa menghujat nama itu menekankan kredo identitas ilahi yang dizinkan hanya melalui puji dan ketaatan umat kepada Tuhan yang berdiam sebagai Tuhan bagi Israel.
Signifikansi Teologis
Penghujatan terhadap nama Tuhan menyinggung kehormatan pribadi Tuhan serta otoritas-Nya sebagai Pencipta dan Penebus. Hukuman yang tegas mencerminkan keseriusan ikatan perjanjian antara Allah dan umat-Nya: siapa pun yang mencela atau merendahkan nama-Nya secara sadar menantang keutuhan komunitas yang dipersatukan oleh penyembahan kepada Tuhan yang benar. Namun, prinsip ini juga menyoroti kebutuhan keadilan komunitas, bukan intimidasi pribadi; sanksi publik menggarisbawahi bahwa tindakan pelanggaran terhadap Tuhan tidak bisa dianggap remeh, dan komunitas bertanggung jawab untuk menjaga kemurnian penyembahan.
Narasi Penulisan dan Konsistensi Firman
Beberapa tafsiran klasik menekankan bahwa hukum ini menegaskan bahwa Tuhan bergaung dalam kehidupan publik umat-Nya. Kutipan-kutipan publik di dalam teks menegaskan bahwa nama Tuhan tidak boleh dicemarkan demi keharmonisan persekutuan, karena citra Tuhan mempengaruhi bagaimana bangsa menyatakan keadilan dan kasih Allah di mata bangsa-bangsa lainnya.
Hubungan dengan Kitab lain
Cross-reference singkat: pertama, ingat akan larangan menghujat nama Tuhan dalam pasal-pasal yang menekankan kekudusan-Nya; kedua, hubungkan dengan perintah menjaga persatuan dan kesetiaan umat ketika menghadapi pelanggaran terhadap Allah; ketiga, kaitkan pada konsep kemuliaan Tuhan yang menuntut respons publik dari komunitas iman.
Pertanyaan Refleksi
Kesimpulan Singkat
Imamat 24:16 menegaskan bahwa penghujatan terhadap nama Tuhan adalah ancaman bagi integritas perjanjian bangsa Israel. Hukuman publik menekankan kekudusan nama Tuhan dan tanggung jawab komunitas dalam menjaga penyembahan yang murni. Narasi ini mengajak pembaca untuk merenungkan bagaimana kekudusan Allah membentuk etika komunitas: tidak sekadar menghukum, melainkan memelihara kesetiaan kepada Allah yang kudus di tengah kehidupan bersama.
Kutipan Singkat dari Tokoh-Tokoh Sastra Bantuan (publik-domain)
Ringkas: Albert Barnes menekankan pentingnya menjaga kesucian nama Tuhan sebagai bagian dari kemuliaan-Nya yang dirasakan oleh umat; Adam Clarke menekankan bahwa penghujatan adalah pelanggaran terhadap otoritas ilahi yang menuntut respons publik; Matthew Henry menyoroti keseriusan dosa terhadap Tuhan dan dampaknya terhadap persekutuan umat.
Referensi Silang
1) Larangan menyebut nama Tuhan secara tidak hormat (beberapa pasal lain tentang kekudusan nama Tuhan). 2) Prinsip keadilan komunitas ketika menghadapi pelanggaran sakral. 3) Konsep kemuliaan Tuhan yang menuntut kesetiaan umat sebagai saksi bagi bangsa lain.