Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 24:9 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 24:9 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka inilah menjadi bahagian Harun dan anak-anaknya, yang patut makan dia dalam tempat yang suci itu, karena inilah kesucian segala kesucian baginya dari pada segala persembahan bakaran yang kepada Tuhan; suatu hukum yang kekal selama-lamanya.
Imamat 24:9 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 24:9 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 8:31 (IDN) »
Maka kata Musa kepada Harun dan kepada anak-anaknya: Rebuslah daging ini di hadapan pintu kemah perhimpunan, lalu makanlah dia di sana serta dengan roti yang dalam rantang persembahan lantikan, seperti firman Tuhan yang kepadaku, bunyinya: Bahwa ia itu hendaklah dimakan oleh Harun dan oleh anak-anaknya laki-laki.

Markus 2:26 (IDN) »
di dalam hal ia sudah masuk ke dalam Rumah Allah, zaman Abiyatar, imam besar, lalu makan roti persembahan itu, yang tiada halal dimakan melainkan oleh imam-imam sahaja, dan diberikannya juga kepada orang yang sertanya?"

Lukas 6:4 (IDN) »
Di dalam hal ia sudah masuk ke dalam Rumah Allah, serta mengambil roti persembahan, lalu dimakannya, dan diberikannya juga kepada orang yang beserta dengan dia, yang tiada halal dimakan, melainkan oleh imam sahaja?"
Imamat 24:9 (IDN) — Makna dan konteks bagian suci bagi Harun
Ayat ini muncul di bagian Imamat yang mengatur ibadah, kemuliaan ritual, dan batasan dalam mendekat kepada Allah. Setelah peristiwa pelanggaran caci maki terhadap nama Tuhan dan hukuman yang adil atas pelanggaran tersebut, fokus dialihkan pada bagian harun dan keluarganya sebagai pewaktu pelayanan di kemah suci. Ayat ini menegaskan hak istimewa serta batas kesucian bagi Imam yang ditugaskan melayani di hadapan Tuhan, menunjukkan bahwa pelayanan yang mulia tidak bebas dari syarat kekudusan.
Inti makna ayat
Ayat ini menegaskan bahwa bagian makan persembahan suci berikutnya adalah milik Harun dan anak-anaknya, yaitu anggota keluarga imam yang berfungsi sebagai pemimpin ibadah. Mereka hanya boleh menerima bagian itu di tempat yang suci, karena persembahan bakaran yang dipersembahkan kepada Tuhan adalah bagian paling suci bagi mereka. Sekaligus, ayat ini menekankan bahwa kekudusan adalah hukum yang kekal bagi mereka yang melayani di hadapan Tuhan.
Tema utama
Cross-reference yang relevan
Penjelasan singkat: Ketiga bagian silang ini menegaskan bahwa hak menerima persembahan tertentu untuk imam terkait erat dengan tanggung jawab menjaga kekudusan serta keberlanjutan penyembahan di tempat kudus.
Refleksi praktis
Bagi pembaca zaman kini, ayat ini mengingatkan pentingnya integritas dalam pelayanan rohani. Pelayanan tidak hanya tentang tugas terhormat, tetapi juga disiplin pribadi dalam menjaga kekudusan hidup, menghindari hal-hal yang bisa merusak kemurnian hubungan dengan Tuhan. Dalam gereja modern, prinsip kekudusan dan tanggung jawab dapat diartikan sebagai komitmen pada etika pelayanan, kepatuhan pada standar iman, serta pemeliharaan kehormatan komunitas iman.
Rangkuman singkat
Imamat 24:9 mengukuhkan bahwa bagian persembahan suci yang pertama dan utama adalah hak Harun dan keluarganya, sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah di tempat kudus. Ketetapan ini menegaskan kekudusan yang kekal bagi mereka yang melayani Tuhan dan menegaskan hubungan antara hak menerima persembahan dengan kewajiban menjaga kekudusan ritus.
Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, and Adam Clarke (exact quotes) are included only where applicable and available. The text above synthesizes insights from public-domain commentaries to present an Indonesian-localized, cohesive explanation.