Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 24:15 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 24:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dan lagi katakanlah olehmu kepada segala bani Israel: Adapun orang yang menghujat Allahnya, ia itu akan menanggung durhakanya, barangsiapapun baik.
Imamat 24:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 24:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 5:1 (IDN) »
Bermula, maka jikalau barang seorang sudah berdosa, didengarnya bunyi sumpah apabila ia menghadap menjadi saksi akan perkara yang telah dilihatnya atau yang diketahuinya, maka tiada diberinya tahu, sehingga ditanggungnya kesalahannya;

Bilangan 9:13 (IDN) »
Maka jikalau barang seorang suci dan tiada ia dalam perjalanan, maka dilalaikannya juga memegang Pasah, niscaya orang itu akan ditumpas kelak dari antara bangsanya, sebab tiada dipersembahkannya korban Tuhan pada masa yang telah ditentukan, maka orang itupun akan menanggung dosanya.

Imamat 24:15 dalam Fokus: Hukuman atas Penghinaan terhadap Allah
Ayat ini muncul dalam bagian hukum Imamat yang menekankan menjaga kemurnian peribadatan Israel dan menjaga hubungan dengan Allah. Setelah kasus seorang laki-laki Israel yang menghujat nama Tuhan dan menimbulkan perselisihan di antara komunitas, Tuhan memberi pedoman yang jelas tentang tanggung jawab pribadi dan akibat sikap meremehkan Allah.
Makna utama ayat dan apa yang diungkapkan tentang Allah serta iman
Ayat menegaskan bahwa penghujatan terhadap Allah adalah pelanggaran serius terhadap firman-Nya dan identitas umat-Nya sebagai umat perjanjian. Hukuman dipaparkan sebagai konsekuensi logis dari durhaka terhadap Tuhan yang kudus. Allah tidak pasif terhadap perbuatan yang merugikan kehormatan-Nya; Dia menuntut kemurnian ibadah dan ketaatan penuh dari umat yang telah dipanggil-Nya.
Kata-kata kunci dan gambaran simbolik
Cross-references yang relevan
Beberapa rujukan terkait pola hukum dan konsekuensi atas penghujatan atau penista terhadap Tuhan dapat membantu pembaca memahami konteks keseluruhan:
Penafsiran terang terhadap teks
Para komentator publik-domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa hukum ini bukan semata perintah ritual, melainkan pedoman moral yang menilai sikap hati manusia terhadap Tuhan. Mereka menekankan bahwa penghujatan adalah pernyataan pembangkangan yang merusak hubungan umat dengan Allah. Ayat ini menegaskan keadilan ilahi: Tuhan tidak membiarkan penghujatan tidak tersisa tanpa konsekuensi, demi menjaga kesetiaan umat kepada-Nya.
Ringkasan terarah untuk pembaca kontemporer
Ayat Imamat 24:15 mengingatkan bahwa kemuliaan Tuhan tidak bisa diabaikan. Penghujatan terhadap Allah menimbulkan konsekuensi yang tegas karena Allah yang kudus menuntut hormat penuh dari umat-Nya. Bagi orang percaya hari ini, ayat ini menyoroti pentingnya menjaga ucapan dan sikap hati dalam ibadah, menjunjung tinggi nama Tuhan dalam setiap hubungan sosial, serta hidup dengan integritas yang mencerminkan pengakuan atas otoritas-Nya.
Inti penerapan praktis: berhati-hatilah dalam kata-kata tentang Allah, hindari pembangkangan batin yang meredam iman, dan tekankan hormat serta ketaatan dalam tutur kata serta tindakan sehari-hari.