Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 9:5 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 9:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Marilah kamu, makanlah dari pada rotiku dan minumlah dari pada air anggur yang telah kucampur!
Amsal 9:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 9:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yohanes 6:27 (IDN) »
Janganlah kamu bekerja karena makanan yang fana, melainkan karena makanan yang baka, yaitu yang akan diberi kepadamu oleh Anak manusia, karena Ialah yang dimeteraikan oleh Bapa itu, yaitu Allah."

Kidung Agung 5:1 (IDN) »
Bahwa aku sudah datang ke dalam tamanku; hai adinda, hai tunanganku! aku sudah memungut murku dan segala rempah-rempahku, aku sudah makan sarang lebahku serta dengan air madunya, aku sudah minum air anggurku dan air susuku. Hai segala taulan, hendaklah kamupun makan minum, hendaklah kamu mabuk birahi!

Mazmur 22:26 (IDN) »
(22-27) Maka orang miskin akan diberi makan, dan mereka itu akan kenyang; biarlah Tuhan dipuji oleh segala orang yang mencahari Dia, maka hati kamu akan hidup sampai selama-lamanya.
Amsal 9:5 (IDN) — Marilah kamu, makanlah dari pada rotiku dan minumlah dari pada air anggur yang telah kucampur!
Inti interpretatif
Ayat ini mengundang sufih tukar seruan kebijaksanaan: bersatu dengan hikmat yang memanggil di pintu-pintu kota tidak hanya untuk menyantap, melainkan untuk menerima kehidupan yang penuh makna. Perkataan metaforis ini menanggapi panggilan kebijaksanaan yang menawarkan pilihan terbaik bagi hidup berlandaskan takut akan Tuhan.
konteks sastra
Amsal 9 menampilkan dua figur: Wanita Kebijaksanaan yang mengundang, dan Wanita Kebodohan yang menggoda. Ayat 5 adalah puncak undangan Kebijaksanaan: ajakan untuk makan dan minum yang menandai persekutuan dan penerimaan pelajaran kebijaksanaan. Secara ekspositori, teks ini melanjutkan tema perbedaan jalan hidup yang terletak pada respons manusia terhadap panggilan kebijaksanaan (dan kebodohan) yang berdekatan dengan sarana makanan sebagai simbol penerimaan pengetahuan.
makna teologis
Secara teologis, ajakan ini menegaskan bahwa hidup yang benar berakar pada hubungan dengan Tuhan dan pengenalan firman-Nya. Makan dan minum di sini bukan sekadar kebutuhan fisik, melainkan simbol keintiman dengan Sang Pemberi Hikmat. Respons positif—menerima hidangan kebijaksanaan—berujung pada kehidupan yang dipenuhkan oleh Kebijaksanaan ilahi, sedangkan penolakan membawa pada konsekuensi jalan kebodohan.
hubung-hubungan alkitabiah
Beberapa hubungan lintas Alkitab yang relevan:
Inti hubungannya: setiap undangan kebijaksanaan menuntun pada persekutuan hidup dengan Tuhan melalui firman-Nya dan perpecahan antara jalan kebijaksanaan vs kebodohan berakar pada keputusan harian kita.
pertanyaan refleksi
catatan para penafsir publik domain
Para penafsir terkenal menekankan bahwa makanan rohaniah adalah tanda penerimaan didikan kebijaksanaan. Dalam karya mereka, ajakan makan-minum itu ditafsirkan sebagai persekutuan dengan hikmat yang membawa kehidupan. - Matthew Henry menekankan bahwa kebijaksanaan mengundang dengan kebaikan yang nyata; - Albert Barnes menekankan aspek pilihan yang menyelamatkan jiwa; - Adam Clarke melihat makanan sebagai tanda keintiman dengan Tuhan yang mengajar jalan hidup yang benar.
singkat kesimpulan
Amsal 9:5 mengundang kita memilih persekutuan dengan Kebijaksanaan Tuhan melalui respons positif terhadap ajaran-Nya. Panggilan ini menegaskan bahwa hidup yang berbuah adalah hidup yang menerima didikan-Nya dan berjalan dalam jalan yang membawa kedamaian serta kehidupan kekal.
Quotations from standard commentaries (short excerpts): "Wisdom invites with the cheerful hospitality of a banquet, that the soul may be satisfied with the abundance of life" (ringkas para penafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, Adam Clarke).