Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 28:1 Amsal 28:2 Amsal 28:3 Amsal 28:4 Amsal 28:5 Amsal 28:6 Amsal 28:7 Amsal 28:8 Amsal 28:9 Amsal 28:10 Amsal 28:11 Amsal 28:12 Amsal 28:13 Amsal 28:14 Amsal 28:15 Amsal 28:16 Amsal 28:17 Amsal 28:18 Amsal 28:19 Amsal 28:20 Amsal 28:21 Amsal 28:22 Amsal 28:23 Amsal 28:24 Amsal 28:25 Amsal 28:26 Amsal 28:27 Amsal 28:28



Amsal 28:23 (IDN) — Siapa menegur akan beroleh hormat di akhirnya
Inti interpretatif ayat ini menegaskan bahwa menegur sesama dengan kasih, secara adil, lebih membuahkan hormat daripada mengangkat-angkat dengan mulutnya. Tekanan Alkitab di sini adalah pada kebijaksanaan tutur kata yang dilandasi kasih serta integritas pribadi yang bersedia menanggung risiko kritik demi kebaikan orang lain.
Konteks sastra
Amsal sering menyoroti dua arah perilaku: peneguran yang tepat sasaran versus omongan yang menyanjung. Ayat ini berada dalam bagian peribahasa yang membedakan dampak dari ucapan yang benar terhadap karakter dan reputasi seseorang. Peneguran yang tulus muncul dari niat memperbaiki, bukan untuk merendahkan, sehingga akhirnya membawa hormat dari orang-orang yang mengenali kebenaran.
Makna teologis dan praktis
Peneguran yang jujur mencerminkan kasih pastoral: seseorang berani mengingatkan sesama ketika diperlukan, menolak pembicaraan merapu, dan memilih kebenaran meski pahit. Implikasi teologisnya ialah hidup dalam takut akan Allah menuntun kita berkata-kata dengan hikmat; Tuhan melihat hati dan niat di balik kata-kata kita. Akhirnya, mereka yang menegur dengan benar tidak hanya membantu orang lain bertumbuh, tetapi juga memperoleh penghormatan di mata sesama dan di hadapan Tuhan.
Pengayaan dari tokoh-tokoh komentar publik domain
Para komentator publik domain menonjolkan ciri-ciri berikut:
Padanan pandangan ini sejalan dengan pandangan klasik seperti yang dinyatakan dalam sumber-sumber ber-domain publik. Ringkasnya, orang yang menegur dengan benar tidak menempuh rute menggerakkan lidah untuk menyombongkan diri, melainkan menunaikan tanggung jawab moral di hadapan Allah dan sesama.
Hubungan dengan kitab lain
Beberapa tema yang saling terkait di Alkitab antara lain:
Pertanyaan refleksi
Kesimpulan singkat
Amsal 28:23 menegaskan bahwa kebenaran disertai kasih membangun martabat melalui hormat yang berkelanjutan. Menegur dengan niat tulus adalah tindakan kebijaksanaan yang melambungkan reputasi kita di mata Tuhan dan manusia, sedangkan pujian tanpa substansi sering menimbulkan kehampaan. Biarlah kita belajar berkata benar dengan lemah lembut, demi perbaikan sesama dan kemuliaan Allah.
Referensi silang singkat
Ayat ini berirama dengan ajaran: