Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Matius 18:1 Matius 18:2 Matius 18:3 Matius 18:4 Matius 18:5 Matius 18:6 Matius 18:7 Matius 18:8 Matius 18:9 Matius 18:10 Matius 18:11 Matius 18:12 Matius 18:13 Matius 18:14 Matius 18:15 Matius 18:16 Matius 18:17 Matius 18:18 Matius 18:19 Matius 18:20 Matius 18:21 Matius 18:22 Matius 18:23 Matius 18:24 Matius 18:25 Matius 18:26 Matius 18:27 Matius 18:28 Matius 18:29 Matius 18:30 Matius 18:31 Matius 18:32 Matius 18:33 Matius 18:34 Matius 18:35



Matius 18:15 (IDN) — Meneguhkan Jalan Penyelesaian dalam Persaudaraan
Setting segera ayat ini berada dalam rangka tata hubungan jemaat di antara sesama percaya: ketika seorang saudara bersalah, umat percaya diajak mengambil langkah-langkah praktis untuk mempertahankan keharmonisan komunitas dengan menjaga integritas hubungan pribadi terlebih dahulu. Ini menunjukkan bahwa gereja dibangun atas hubungan yang diprakarsai oleh kasih, kejujuran, dan tanggung jawab bersama.
Apa yang dimaksud teks ini tentang Allah atau iman
Ayat ini menekankan bahwa Allah memperhatikan hubungan antarsaudara; iman bukan sekadar atribut pribadi, melainkan hidup bersama dalam kasih yang menuntut kedalaman untuk memperbaiki hubungan. Menghadapi kesalahan dengan cara yang pribadi dan berlandaskan kasih menjawab panggilan firman untuk memperbaharui komunitas melalui pertobatan dan rekonsiliasi. Dalam konteks Perjanjian Lama dan Baru, tindakan menasehati secara pribadi mencerminkan kasih pastoral dan disiplin yang bertujuan membangun, tidak menghukum.
Kata-kata kunci yang perlu dipahami
Rujukan silang yang relevan
Beberapa bagian Alkitab menegaskan prinsip yang sama:
Penjelasan dan penguatan makna
Ayat ini mengajarkan bahwa penyelesaian damai dimulai dari komunikasi langsung antara pelaku pelanggaran dan pihak yang terdampak. Pendekatan ini menghindari perangkap gosip, mengutamakan keadilan yang penuh kasih, dan memberi peluang pertobatan serta perbaikan. Bila langkah pertama berhasil, hubungan kembali utuh; bila tidak, tahap berikutnya dapat melibatkan langkah yang lebih luas dengan tetap menjaga martabat semua pihak.
Aplikasi praktis di masa kini
Dalam komunitas gereja, ajaran ini menantang kita untuk:
Inti dari ajaran ini adalah menjaga hubungan dengan maksud membangun iman, bukan untuk menutupi kesalahan. Tuhan memanggil jemaat-Nya untuk hidup berkomunitas dalam kasih, mengingatkan bahwa pertobatan pribadi membawa pemulihan bagi individu dan kesejahteraan jemaat secara keseluruhan.
Quotations from public-domain commentators (ringkas):
Adam Clarke menekankan pentingnya niat yang tulus dalam konfrontasi pribadi, agar tidak menyinggung martabat orang yang bersalah. Albert Barnes menegaskan bahwa langkah pertama adalah pertemuan pribadi untuk menenangkan perbedaan sebelum memaparkan perkara kepada publik. Matthew Henry menyoroti bahwa penyelesaian damai di tahap awal adalah tanda kedewasaan rohani dan menjaga keharmonisan tubuh Kristus.
Catatan: Kutipan pendek dari ketiganya disajikan hanya sebagai rujukan edisi lama, tanpa kutipan teks lengkap, sesuai hak cipta domain publik.