Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Matius 18:1 Matius 18:2 Matius 18:3 Matius 18:4 Matius 18:5 Matius 18:6 Matius 18:7 Matius 18:8 Matius 18:9 Matius 18:10 Matius 18:11 Matius 18:12 Matius 18:13 Matius 18:14 Matius 18:15 Matius 18:16 Matius 18:17 Matius 18:18 Matius 18:19 Matius 18:20 Matius 18:21 Matius 18:22 Matius 18:23 Matius 18:24 Matius 18:25 Matius 18:26 Matius 18:27 Matius 18:28 Matius 18:29 Matius 18:30 Matius 18:31 Matius 18:32 Matius 18:33 Matius 18:34 Matius 18:35



Matius 18:33
"Bukankah patut engkau pun mengasihani kawanmu sama seperti aku sudah mengasihani engkau?"
Setting segera konteksnya
Apa yang diungkap tentang Allah dan iman
Kata-kata kunci dan gambaran penting
Kaitan dengan bagian lain Alkitab
Penjelasan singkat: semua referensi menekankan bahwa kasih Allah yang menyelamatkan menuntun orang percaya untuk memperlakukan sesama dengan pengampunan yang nyata, bukan dengan sikap pendendam atau hitung-hitung.
Catatan dari para komentator terkemuka (singkat)
Matthew Henry menekankan bahwa kunci pesan adalah selaraskan kasih karunia yang diterima dengan perilaku kita terhadap orang lain; pengampunan menjadi ciri khas kehidupan yang telah dilahirkan kembali. Albert Barnes menilai pernyataan Yesus sebagai pengingat bahwa pengecualian dalam memberi belas kasihan tidak didapatkan dari hukum, tetapi dari kasih karunia Tuhan. Adam Clarke menegaskan pentingnya membebaskan iri hati dan menghormati sifat pengampunan Tuhan dalam hubungan manusia.
Rangkaian pemahaman singkat
Inti ajaran di sini adalah pengampunan yang dinilai dari kasih Allah: jika kita telah menerima pengampunan besar, maka kita wajib membagikan pengampunan itu kepada orang lain secara nyata. Bukan sekadar berjanji, melainkan dengan tindakan yang menegaskan persekutian kita dengan Kristus dan sesama.
Aplikasi praktis saat ini
Renungan singkat: jika kita menilai kemampuan mengampuni berdasarkan ukuran pelanggaran, kita tidak akan pernah mencapai ukuran kasih Allah. Marilah hidup sebagai pelaku belas kasihan yang meniru teladan Sang Pemilik Pengampunan.