Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Imamat 19:1 Imamat 19:2 Imamat 19:3 Imamat 19:4 Imamat 19:5 Imamat 19:6 Imamat 19:7 Imamat 19:8 Imamat 19:9 Imamat 19:10 Imamat 19:11 Imamat 19:12 Imamat 19:13 Imamat 19:14 Imamat 19:15 Imamat 19:16 Imamat 19:17 Imamat 19:18 Imamat 19:19 Imamat 19:20 Imamat 19:21 Imamat 19:22 Imamat 19:23 Imamat 19:24 Imamat 19:25 Imamat 19:26 Imamat 19:27 Imamat 19:28 Imamat 19:29 Imamat 19:30 Imamat 19:31 Imamat 19:32 Imamat 19:33 Imamat 19:34 Imamat 19:35 Imamat 19:36 Imamat 19:37



Makna Langsung Imamat 19:17
Jangan ada dengki dalam hatimu terhadap saudaramu; sebaliknya, tegurlah dia secara tegas agar tidak menjadi beban bagi dirinya maupun bagi dirimu sendiri.
Latar Belakang Kontekstual
Imamat 19 berisi hukum-hukum sosial serta etika hubungan antara sesama bangsa Israel. Ayat ini menekankan keseimbangan antara kejujuran hati dan kasih yang menjaga komunitas tetap utuh. Teguran yang jujur dipakai sebagai instrumen pemurnian hubungan, bukan untuk menimbulkan konflik yang tidak perlu. Dalam budaya kuno, diam melihat kemalangan sesama bisa memupuk kebinasaan komunitas; karena itu, panggilan agar membangun dengan kebenaran, bukan dengan iri hati, menjadi unsur penting dari kehidupan beriman.
Observasi Interpretatif
Pemaparan Tema
Cross-References Singkat
- Amsal 27:5-6: membuka kemungkinan teguran yang terang tetapi disertai kasih; menjaga persahabatan agar tidak tergerus oleh kebohongan atau kebekuan.
- Amsal 12:26: menunjukkan kekuatan orang benar yang membimbing sesama menuju kebenaran, bukan menghakimi secara dangkal.
- Efesus 4:15: menekankan pertumbuhan gereja dalam kebenaran dan kasih, sehingga teguran yang tepat mendorong kematangan rohani.
Penilaian Rangka Iman
Ayat ini mengajak kita menilai bagaimana kita menegur: dengan niat membangun, menghindari dengki, dan menjaga martabat sesama. Teguran yang benar hendaknya nyata, berlandaskan kasih, dan diarahkan pada pemulihan hubungan, bukan sekadar pembuktian diri.
Rangkuman Praktis
Jaga hati agar bebas dari dengki terhadap sesama. Bila melihat kekurangan pada saudara, sampaikan teguran secara jelas dan bertujuan memulihkan hubungan serta kesejahteraan bersama. Hindari sikap iri yang membebani hati dan merusak komunitas.
Kutipan Singkat (Tafsiran Terkait)
Beberapa ahli tafsir berpendapat bahwa prinsip ini mengatur cara berbicara dengan sesama: kejujuran lahir dari kasih dan niat memperbaiki, bukan untuk memperparah keadaan. Pharasea ringan tentang teguran yang keras tidak dipakai di sini; tujuannya adalah membangun.
Catatan: sebagai referensi umum, kutipan eksplisit dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke tidak disertakan secara panjang lebar di bagian teks ini; namun ide-ide tentang pentingnya teguran yang membangun dan pencegahan dengki tercermin dalam pandangan mereka secara umum di karya-karya publik domain mereka.