Imamat 19:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Jangan kamu memetik buah-buah anggurmu sampai pada kedua kalinya dan buah-buah yang telah luruh itu jangan kamu pungut, melainkan hendaklah kamu membiarkan dia bagi orang yang papa dan yang dagang: Bahwa Akulah Tuhan, Allahmu!

Ayat sebelumnya
« Imamat 19:9
Ayat berikutnya
Imamat 19:11 »

Imamat 19:10 Tafsiran ayat Alkitab

Imamat 19:10 (IDN)

Jangan kamu memetik buah-buah anggurmu sampai pada kedua kalinya dan buah-buah yang telah luruh itu jangan kamu pungut, melainkan hendaklah kamu membiarkan dia bagi orang yang papa dan yang dagang: Bahwa Akulah Tuhan, Allahmu!

Setting segera ayat

Ayat ini terletak dalam rangka hukum-hukum etika sosial yang membentuk masyarakat Israel. Tuhan menata keseimbangan antara berkelimpahan dan kebutuhan sesama, khususnya bagi orang miskin, pendatang, dan pedagang. Peraturan mengenai buah anggur yang dipetik hingga kedua kali dan buah yang luruh menunjukkan bahwa kepemilikan tidak sepenuhnya eksklusif; Allah menegaskan hak sesama atas sumber daya yang ada, dan menekankan tanggung jawab komunitas untuk tidak mengutamakan keuntungan pribadi di atas kebutuhan orang lain.

Pengajaran tentang Allah dan iman

Ayat ini menampilkan sifat Allah sebagai Tuhan yang peduli akan keadilan sosial. Tidak hanya menegakkan praktik ibadah, Allah juga membangun pola hidup yang memperhatikan orang papa dan pedagang. Perintah ini menyiratkan bahwa Tuhan adalah Pengatur sumber daya dan Pemelihara hubungan antarmanusia—di mana kedaulatan-Nya mengarahkan cara manusia memanfaatkan ladang dan kebun untuk kesejahteraan sesama.

Istilah dan gambaran utama

  • “buah anggurmu sampai pada kedua kalinya” — membolehkannya dipanen secara wajar tanpa menghabiskan semua hasil, memberi ruang bagi kebutuhan orang lain.
  • “buah-buah yang luruh” — mengingatkan bahwa sisa-sisa hasil panen tetap memiliki tujuan bagi mereka yang miskin atau traveler dalam perjalanan dagang.
  • “orang papa dan yang dagang” — menonjolkan dua kelompok yang rentan: mereka tanpa sumber daya serta pedagang yang sering membutuhkan akses ke makanan untuk kelangsungan usaha.

Hubungan dengan bagian lain Alkitab

Beberapa bagian terkait menggarisbawahi tema keadilan sosial dan kasih kepada sesama:

  • Perintah lebiih lanjut tentang belas kasihan bagi orang miskin dan pendatang menunjukkan bahwa hukum Israel mengutamakan kesejahteraan komunitas (mis. imbauan untuk tidak menutupi hak orang miskin, dipasangkan dengan memberi tempat bagi pedagang).
  • Penekanan pada keutuhan hukum tata kelola lahan berlanjut dalam prinsip “jangan menindas sesama” dan “berbagilah dengan sesama” yang melibatkan kebutuhan ekonomi sehari-hari.

Pandangan penafsir klasik (singkat)

Para penafsir klasik menekankan bahwa hukum ini menuntun hidup berkomunitas dengan adil. Menurut Matthew Henry, prinsip ini menggambarkan kasih yang praktis dalam relasi sosial, bukan sekadar ritual. Albert Barnes menyoroti bahwa perintah itu menumbuhkan keseimbangan antara hak milik pribadi dan kepentingan umum. Adam Clarke menegaskan bahwa aturan ini membentuk etika kerja sama, mendorong kemurahan hati, dan menunda hasrat untuk mengeksploitasi hasil pekerjaan orang lain.

Contoh kutipan singkat (tanpa kutipan teks lengkap)

Beberapa ide dari para penafsir berkelas menggarisbawahi bahwa Tuhan tidak hanya mengatur ritus, tetapi juga tata kelola ekonomi komunitas melalui empati dan keadilan.

Cross-references dan keterkaitan singkat

- Imamat 23:22: perlunya belas kasihan pada panen; tidak memetik semua hasil untuk diri sendiri. Penekanan pada keseimbangan antara hak milik dan kebutuhan orang miskin.

- Ulangan 24:19-21: mengingatkan bahwa hasil panen tidak boleh sepenuhnya diambil jika ada yang membutuhkan; perintah memberi jalan bagi yang papa.

- Amsal 11:24-25: memberi secara bebas mendatangkan berkat; kemurahan hati dinilai tinggi di mata Tuhan.

Aplikasi pada hidup sekarang

Hukum ini menguatkan panggilan untuk berbagi dan menghindari keserakahan dalam pekerjaan dan usaha. Praktiknya bisa berupa:

  1. Memberi bagian bagi orang miskin dari hasil panen atau usaha secara adil.
  2. Memperhatikan dampak ekonomi bagi komunitas sekitar saat memanfaatkan sumber daya alam.
  3. Mempraktikkan keadilan dalam hubungan dagang dengan menjaga integritas, tidak mengambil hak orang lain secara berlebihan, dan menjaga kesempatan bagi sesama untuk memanfaatkan manfaat kerja kita.

Inti ayat ini menegaskan bahwa tindakan kita terkait sumber daya tidak terlepas dari kehadiran Allah sebagai Tuhan yang mengatur keadilan sosial. Karena Dia “Akulah Tuhan, Allahmu,” hidup kita harus mencerminkan kasih-Nya dalam semua bidang—bukan hanya ibadah, tetapi juga cara kita memperlakukan sesama dalam kebutuhan mereka.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Imamat 19:10 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 17:6 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Yesaya 17:6 (IDN) »
Maka dari padanya akan tinggal sisa yang dipungut kemudian sahaja, seperti apabila digoncang orang pokok zait tinggal buah zait dua tiga biji pada cabang yang tinggi-tinggi, empat lima biji pada cabang yang amat subur, demikianlah firman Tuhan, Allah orang Israel.

Imamat 25:6 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Imamat 25:6 (IDN) »
Maka hasil tanah pada sabat itu akan menjadi makanan bagi kamu dan bagi hambamu laki-laki dan perempuan dan bagi orang dagang yang duduk menumpang dalam rumahmu,

Hakim-hakim 8:2 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Hakim-hakim 8:2 (IDN) »
Tetapi kata Gideon kepadanya: Apakah perbuatanku ini, jikalau dibanding dengan perbuatanmu? Bukankah sisa buah-buah yang dipetik oleh Efrayim itu terlebih baik dari pada segala buah-buah anggur yang dipetik oleh Abiezer?

IDN Pilih kitab dalam Alkitab