Imamat 19:31 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Dan jangan kamu berpaling kepada orang petenung atau orang yang manaruh hikmat iblis, jangan kamu mencahari mereka itu hendak menajiskan dirimu dengan dia: Bahwa Akulah Tuhan, Allahmu!

Ayat sebelumnya
« Imamat 19:30
Ayat berikutnya
Imamat 19:32 »

Imamat 19:31 Tafsiran ayat Alkitab

Imamat 19:31 (IDN) — Imbauan terhadap larangan mencemari diri dengan praktik okultisme

Konteks langsung ayat ini berada dalam rangkaian hukum hidup kudus yang Allah berikan kepada umat-Nya melalui Musa. Imamat 19 menekankan pengakuan akan kekudusan Tuhan dan perlunya umat hidup terpisah dari praktik-praktik yang menjauhkan diri dari-Nya. Ayat 31 memberi peringatan tegas untuk tidak berpaling kepada pendeta roh (orang petenung) atau perantara manaruh hikmat iblis, demi menjaga kemurnian ibadah dan identitas bangsa Israel sebagai umat yang ditebus.

Apa yang diungkap ayat ini tentang Allah dan iman

Ada dua dimensi utama:

  • Pengakuan atas otoritas Allah sebagai Tuhan yang beroleh penyembahan murni. Nada ayat menegaskan bahwa umat tidak boleh mengadopsi praktik-praktik yang berasal dari kekuatan supranatural yang tidak berakar pada penyembahan kepada Allah sendiri.
  • Penolakan terhadap segala bentuk komunikator gaib yang menuntun pada keperbuatan najis rohani. Allah menuntut kesetiaan dan kemurnian hati di hadapan-Nya.

Kata kunci dan gambaran penting

orang petenung dan orang yang manaruh hikmat iblis merujuk pada praktik ramalan, perdukunan, atau kontak dengan kekuatan gaib di luar cara ibadah yang Allah tetapkan. Ayat ini menegaskan bahwa umat Israel tidak boleh mencari nasihat atau berpartisipasi dalam praktik-praktik tersebut karena hal itu menodai identitas kemerdekaan mereka sebagai umat yang kudus.

Hubungan dengan bagian lain Kitab Suci

Beberapa bagian lain menegaskan sikap serupa terhadap kekuatiran yang tidak berasal dari Allah:

  • Larangan mengurangi kredibilitas Allah dengan mengikuti takhayul di antara bangsa-bangsa sekelilingnya.
  • Penekanan bahwa kekudusan berawal dari hati yang setia pada perjanjian Tuhan dan taat pada firman-Nya.

Penjelasan singkat menurut beberapa penafsir terdahulu

Para penafsir Kristen klasik menyoroti inti ayat ini: menjaga komunitas dari praktik sihir dan takhayul yang menodai hubungan dengan Tuhan. Mereka menekankan bahwa iman tidak menerima jalan pintas melalui “kebijaksanaan ilahi” yang tidak berasal dari Tuhan, melainkan menuntut ketundukan penuh pada Yahweh sebagai satu-satunya sumber hidup rohani.

Catatan singkat para penafsir lama (tanpa menampilkan potongan panjang):

Matthew Henry menekankan bahwa larangan ini menuntun umat kepada kemurnian ibadah dan kebersihan moral. (kutipan pendek jika tersedia)

Albert Barnes menyatakan perlunya menjauhi segala praktik ramalan dan ilmu gaib agar tidak meracuni komitmen kepada Allah. (kutipan pendek jika tersedia)

Adam Clarke menegaskan bahwa iman Israel menuntut kebersihan praktis dalam hidup sehari-hari dan interaksi dengan dunia gaib harus ditolak. (kutipan pendek jika tersedia)

Ayat-ayat silang yang relevan

  • Ulangan 18:9-14 — Larangan praktik peramalan dan perdukunan; sumber dari kekuatannya adalah berbahaya bagi keselamatan.
  • Keluaran 20:3-5 — Kisah eksklusivitas Allah dalam perintah-perintah ibadah dan larangan terhadap penyembahan berhala.
  • Yesaya 8:19-20 — Panggilan untuk menguji pesan roh dengan hukum dan kesaksian Allah, bukan mengandalkan ramalan manusia.

Penjelasan singkat hubungan: semua bagian ini menegaskan bahwa kemurnian hubungan dengan Tuhan tidak bisa dicemari oleh jalan pintas okultisme, dan iman dipelihara melalui ketaatan pada firman-Nya.

Penerapan praktis untuk masa kini

  • Hindari konsultasi atau praktik yang menyertai unsur okultisme, perdukunan, atau ramalan yang tidak berakar pada ajaran Alkitab.
  • Fokus pada doa, pembacaan Alkitab, dan komunitas iman sebagai cara memperoleh hikmat yang bertumbuh dalam ketaatan kepada Tuhan.
  • Nilai kemurnian hati dan integritas hidup: bagaimana kita berkomunikasi, bermain, bekerja, dan berelasi sejalan dengan panggilan sebagai umat yang kudus.

Inti ayat ini menegaskan bahwa kemerdekaan rohani umat Israel—dan kita yang percaya Kristus—terletak pada penolakan segala cara yang mengalihkan kita dari penyembahan kepada Allah yang Tunggal. Bahwa Aku adalah Tuhan, Allahmu menuntun pada pengabdian yang setia dan berpegang pada firman-Nya.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Imamat 19:31 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 8:19 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Yesaya 8:19 (IDN) »
Maka apabila kata orang kepadamu: Bertanyakanlah orang yang bertenung-tenungan, dan yang tahu hikmat iblis, dan yang meraung dan yang mengulum-ulum itu, hendaklah kaujawab ini: Bukankah patut suatu bangsa bertanyakan Allahnya sendiri? patutkah ditanyakannya orang mati akan hal orang hidup?

Imamat 20:27 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Imamat 20:27 (IDN) »
Maka barangsiapa di antara kamu, baik orang laki-laki atau perempuan, yang menjadi petenung atau menaruh hikmat iblis, tak akan jangan ia itu mati dibunuh, hendaklah orang melempari dia dengan batu, maka darahnya tertanggunglah atasnya.

Imamat 20:6 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Imamat 20:6 (IDN) »
Demikianpun jikalau seorang sudah pergi bertanyakan orang petenung atau orang yang tahu hikmat iblis, hendak menurut zinahnya, maka Aku akan menunjuk wajah-Ku kelak melawan orang itu dan menumpaskan dia dari antara bangsanya.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab