Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Imamat 19:1 Imamat 19:2 Imamat 19:3 Imamat 19:4 Imamat 19:5 Imamat 19:6 Imamat 19:7 Imamat 19:8 Imamat 19:9 Imamat 19:10 Imamat 19:11 Imamat 19:12 Imamat 19:13 Imamat 19:14 Imamat 19:15 Imamat 19:16 Imamat 19:17 Imamat 19:18 Imamat 19:19 Imamat 19:20 Imamat 19:21 Imamat 19:22 Imamat 19:23 Imamat 19:24 Imamat 19:25 Imamat 19:26 Imamat 19:27 Imamat 19:28 Imamat 19:29 Imamat 19:30 Imamat 19:31 Imamat 19:32 Imamat 19:33 Imamat 19:34 Imamat 19:35 Imamat 19:36 Imamat 19:37



Imamat 19:31 (IDN) — Imbauan terhadap larangan mencemari diri dengan praktik okultisme
Konteks langsung ayat ini berada dalam rangkaian hukum hidup kudus yang Allah berikan kepada umat-Nya melalui Musa. Imamat 19 menekankan pengakuan akan kekudusan Tuhan dan perlunya umat hidup terpisah dari praktik-praktik yang menjauhkan diri dari-Nya. Ayat 31 memberi peringatan tegas untuk tidak berpaling kepada pendeta roh (orang petenung) atau perantara manaruh hikmat iblis, demi menjaga kemurnian ibadah dan identitas bangsa Israel sebagai umat yang ditebus.
Apa yang diungkap ayat ini tentang Allah dan iman
Ada dua dimensi utama:
Kata kunci dan gambaran penting
orang petenung dan orang yang manaruh hikmat iblis merujuk pada praktik ramalan, perdukunan, atau kontak dengan kekuatan gaib di luar cara ibadah yang Allah tetapkan. Ayat ini menegaskan bahwa umat Israel tidak boleh mencari nasihat atau berpartisipasi dalam praktik-praktik tersebut karena hal itu menodai identitas kemerdekaan mereka sebagai umat yang kudus.
Hubungan dengan bagian lain Kitab Suci
Beberapa bagian lain menegaskan sikap serupa terhadap kekuatiran yang tidak berasal dari Allah:
Penjelasan singkat menurut beberapa penafsir terdahulu
Para penafsir Kristen klasik menyoroti inti ayat ini: menjaga komunitas dari praktik sihir dan takhayul yang menodai hubungan dengan Tuhan. Mereka menekankan bahwa iman tidak menerima jalan pintas melalui “kebijaksanaan ilahi” yang tidak berasal dari Tuhan, melainkan menuntut ketundukan penuh pada Yahweh sebagai satu-satunya sumber hidup rohani.
Catatan singkat para penafsir lama (tanpa menampilkan potongan panjang):
Matthew Henry menekankan bahwa larangan ini menuntun umat kepada kemurnian ibadah dan kebersihan moral. (kutipan pendek jika tersedia)
Albert Barnes menyatakan perlunya menjauhi segala praktik ramalan dan ilmu gaib agar tidak meracuni komitmen kepada Allah. (kutipan pendek jika tersedia)
Adam Clarke menegaskan bahwa iman Israel menuntut kebersihan praktis dalam hidup sehari-hari dan interaksi dengan dunia gaib harus ditolak. (kutipan pendek jika tersedia)
Ayat-ayat silang yang relevan
Penjelasan singkat hubungan: semua bagian ini menegaskan bahwa kemurnian hubungan dengan Tuhan tidak bisa dicemari oleh jalan pintas okultisme, dan iman dipelihara melalui ketaatan pada firman-Nya.
Penerapan praktis untuk masa kini
Inti ayat ini menegaskan bahwa kemerdekaan rohani umat Israel—dan kita yang percaya Kristus—terletak pada penolakan segala cara yang mengalihkan kita dari penyembahan kepada Allah yang Tunggal. Bahwa Aku adalah Tuhan, Allahmu menuntun pada pengabdian yang setia dan berpegang pada firman-Nya.