Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Imamat 19:1 Imamat 19:2 Imamat 19:3 Imamat 19:4 Imamat 19:5 Imamat 19:6 Imamat 19:7 Imamat 19:8 Imamat 19:9 Imamat 19:10 Imamat 19:11 Imamat 19:12 Imamat 19:13 Imamat 19:14 Imamat 19:15 Imamat 19:16 Imamat 19:17 Imamat 19:18 Imamat 19:19 Imamat 19:20 Imamat 19:21 Imamat 19:22 Imamat 19:23 Imamat 19:24 Imamat 19:25 Imamat 19:26 Imamat 19:27 Imamat 19:28 Imamat 19:29 Imamat 19:30 Imamat 19:31 Imamat 19:32 Imamat 19:33 Imamat 19:34 Imamat 19:35 Imamat 19:36 Imamat 19:37



Makna Ayat
Imamat 19:25 menegaskan bahwa buah tanah yang dipanen pada tahun kelima setelah penanaman wajib dimakan oleh umat Israel bagi dirinya sendiri. Ayat ini menekankan priviledium perayaan sabat ladang yang berakhir dengan periode pemulihan lahan dan makna ketaatan kepada perintah Tuhan: setelah masa sabat tanah, hasil panen boleh dinikmati sebagai perwujudan penjagaan Allah atas bangsa-Nya.
Latar konteks singkat
Bagian Imamat 19 berpusat pada hukum-hukum hidup suci yang mengatur hubungan Allah dengan umat-Nya dan hubungan sesama manusia. Tahun kelima ini adalah bagian dari siklus empat tahun sabat lahan: setiap tahun ketujuh adalah sabat bagi tanah (tidak ditanami), sedangkan pada tahun kelima, setelah menjalani masa sabat yang panjang, buahnya boleh dimanfaatkan dengan sesuai. Ini menunjukkan bahwa hidup umat tidak hanya berkutat pada kerja, melainkan pada ketidakmungkinan manusia memenuhi sepenuhnya tanpa perkenanan Tuhan.
Observasi tafsiran kunci
Garis besar tema
Rujukan silang yang relevan
- Ulangan 15:14: penciptaan kebiasaan memberi bagian bagi keluargamu sebagai bagian dari kemurahan Tuhan.
- Ulangan 26:11: perintah memperingati perbuatan Tuhan dengan bersukacita dalam setiap panen sebagai ungkapan syukur.
- Keluaran 23:10-11: prinsip sabat tanah dan perputaran tanah untuk menjaga kesuburan serta keadilan sosial.
Penjelasan singkat: Ketiga referensi ini menekankan bahwa panen bukan sekadar hasil kerja manusia, melainkan bagian dari perhitungan ilahi yang menjaga kesejahteraan komunitas dan mengingat kemahakuasaan Tuhan.
Hubungan praktis
Siklus sabat tanah mengingatkan umat masa kini bahwa tanggung jawab keluarga, kesejahteraan tetangga, dan ketergantungan kepada Tuhan berjalan seiring. Dalam konteks modern, prinsipnya mengarah pada perencanaan pangan yang adil, pembagian sumber daya, serta penghormatan terhadap pekerjaan lingkungan dengan rasa syukur kepada Tuhan.
Inti praktis singkat
Quotations from public-domain commentators:
Beberapa gagasan sejalan dengan penjelasan klasik: Matthew Henry menekankan bahwa hukum ini menegaskan penyediaan Tuhan atas kebutuhan umat melalui pembagian hasil panen yang tepat waktu; Albert Barnes menggarisbawahi bahwa ayat ini mengikat praktik rohani dengan praktik sosial, mengatasi kelaparan lewat pemanfaatan buah pada saat yang tepat; Adam Clarke menambahkan bahwa masa kelima menolong menjaga kontinuitas kebun keluarga sambil memuliakan Tuhan sebagai pemberi segala kelimpahan.
Catatan: Kutipan panjang dari tokoh-tokoh tersebut disertakan secara ringkas untuk konteks, tanpa menyalin keseluruhan teks.