Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Imamat 19:1 Imamat 19:2 Imamat 19:3 Imamat 19:4 Imamat 19:5 Imamat 19:6 Imamat 19:7 Imamat 19:8 Imamat 19:9 Imamat 19:10 Imamat 19:11 Imamat 19:12 Imamat 19:13 Imamat 19:14 Imamat 19:15 Imamat 19:16 Imamat 19:17 Imamat 19:18 Imamat 19:19 Imamat 19:20 Imamat 19:21 Imamat 19:22 Imamat 19:23 Imamat 19:24 Imamat 19:25 Imamat 19:26 Imamat 19:27 Imamat 19:28 Imamat 19:29 Imamat 19:30 Imamat 19:31 Imamat 19:32 Imamat 19:33 Imamat 19:34 Imamat 19:35 Imamat 19:36 Imamat 19:37



Imamat 19:3 (IDN): Lanjutan Peringatan tentang Hormat, Ketakwaan, dan Ketaatan kepada Tuhan
Ayat ini muncul dalam konteks Imamat 19, sebuah rangkaian hukum yang mengarahkan umat Israel pada hidup kudus di hadapan Allah. Mulai dari larangan terhadap praktik-praktik ruji ibadah sesat hingga perintah-perintah praktis tentang hubungan antarmanusia, Imam-imam menekankan bahwa hidup yang dikhususkan bagi Tuhan menyentuh semua aspek kehidupan: keluarga, pekerjaan, pergaulan, dan keheningan hati di hadapan Tuhan. Ayat 3 secara khusus menegaskan tiga dimensi utama: menghormati orang tua, menjaga sabat Tuhan, dan pengakuan tegas akan identitas Allah sebagai TUHAN, Allahmu.
Apa yang dimaksud ayat ini dalam konteks iman dan ibadah?
Ayat ini menegaskan beberapa prinsip praktis yang saling terkait. Pertama, hormat kepada orang tua adalah bagian dari ketaatan terhadap Tuhan; kedua, menjaga sabat merupakan dimensi ibadah yang melibatkan waktu dan komitmen kepada Tuhan; ketiga, pengakuan eksplisit bahwa Tuhan adalah Allah yang hidup dan berkuasa adalah landasan etika sosial sekaligus spiritual umat-Nya. Ketiganya menegaskan bahwa hubungan kita dengan Tuhan tidak terpisah dari cara kita memperlakukan sesama keluarga dan sesama manusia.
Istilah kunci dan gambaran penting
Penafsiran dari tokoh-tokoh tepercaya (ringkas)
Para komentator klasik menekankan bahwa ayat ini menggabungkan moralitas pribadi dengan ibadah resmi. Misalnya, catatan Matthew Henry menyoroti bahwa hormat kepada orang tua adalah bagian dari kehendak Tuhan yang lebih luas tentang tata susila. Albert Barnes menekankan bahwa perintah sabat pada tingkat hakikatnya adalah perwujudan ketaatan kepada Tuhan sebagai Pencipta dan Penebus. Adam Clarke menambahkan bahwa pernyataan “Bahwa Akulah Tuhan, Allahmu!” menegaskan identitas khas Israel dan mengundang umat untuk hidup dalam ketaatan yang tidak tergoyahkan. Ketiganya menekankan bahwa hubungan vertikal dengan Tuhan membentuk cara kita hidup secara horizontal dengan keluarga dan sesama.
Rujukan silang yang relevan
Penghubung reflektif: Ketiga unsur (hormat kepada orang tua, menjaga sabat, dan pengakuan kepada Tuhan) membentuk pola hidup yang terpadu: kasih, ketaatan, dan kesetiaan kepada identitas ilahi. Ketiganya membentuk fondasi iman Israel sebagai komunitas yang hidup dekat dengan Allah dalam setiap hubungan manusia.
Penerapan dalam kehidupan sehari-hari