Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Imamat 19:1 Imamat 19:2 Imamat 19:3 Imamat 19:4 Imamat 19:5 Imamat 19:6 Imamat 19:7 Imamat 19:8 Imamat 19:9 Imamat 19:10 Imamat 19:11 Imamat 19:12 Imamat 19:13 Imamat 19:14 Imamat 19:15 Imamat 19:16 Imamat 19:17 Imamat 19:18 Imamat 19:19 Imamat 19:20 Imamat 19:21 Imamat 19:22 Imamat 19:23 Imamat 19:24 Imamat 19:25 Imamat 19:26 Imamat 19:27 Imamat 19:28 Imamat 19:29 Imamat 19:30 Imamat 19:31 Imamat 19:32 Imamat 19:33 Imamat 19:34 Imamat 19:35 Imamat 19:36 Imamat 19:37



Imamat 19:26 (IDN)
“Jangan kamu makan barang sesuatu yang darah adanya, dan jangan kamu menyidik pesona seranah atau melihat dalam nujum.”
Setting seketika: konteks hukum suci bagi bangsa Israel
Ayat ini muncul dalam bagian hukum kemurnian hidup orang Israel, di mana Tuhan memerintah umat-Nya untuk menjaga sikap, perilaku, dan praktik spiritual yang membedakan mereka dari bangsa-bangsa di sekitarnya. Larangan tentang makanan bersadar darah dan larangan praktik ramalan menekankan bahwa hidup mereka harus dipandu oleh ketetapan ilahi, bukan keinginan pribadi atau takhayul budaya. Dari sini, kita belajar bahwa hubungan dengan Allah menuntut ketaatan konkret dalam kehidupan sehari-hari.
Apa yang dimaksud Allah lewat ayat ini
Ada dua bagian utama: (1) larangan makan barang yang ada darahnya, (2) larangan menyidik pesona seranah atau nujum. Kedua hal itu mencerminkan perlunya menjaga kemurnian penyembahan dan ketergantungan pada Allah, bukan pada ritual atau praktik yang menimbulkan ketakutan atau spekulasi tentang kekuatan gaib. Ayat ini menegaskan bahwa Tuhan mengarahkan umat-Nya untuk menghormati hidup, memegang integritas, dan menghindari praktik yang meniadakan percaya kepada Tuhan sebagai sumber bimbingan utama.
Penjelasan kata dan gambaran penting
Rujukan silang yang relevan
Beberapa ayat sejalan dengan prinsip di Imamat 19:26:
Impak praktis bagi iman masa kini
Ayat ini berbicara kepada kita tentang kesetiaan kepada Allah dalam hal-hal kecil yang menyentuh kehidupan sehari-hari: makanan yang kita konsumsi, serta bagaimana kita menemukan arah hidup. Dalam konteks modern, prinsipnya ialah menjaga kemurnian hidup rohani dengan tidak membiarkan diri terikat pada takhayul, spekulasi, atau praktik yang menempatkan sumber pengharapan selain Allah. Ketergantungan pada Firman Tuhan dan doa memampukan kita menilai pilihan hidup dengan terang kebenaran-Nya.
Inti pengarahan dari tokoh teologi berpublik domain
Ringkasan pandangan para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan: hidup kudus memerlukan penolakan terhadap praktik gaib dan penekanan pada patuh kepada ketetapan Tuhan. Mereka menekankan bahwa larangan-dilarang bukan sekadar peraturan ritual, melainkan arah menuju hidup berkenan di hadapan Allah. Kecenderungan mereka adalah menekankan bahwa iman dinyatakan dalam ketaatan praktis terhadap hukum Tuhan, bukan pada penggugah kekuatan gaib.
Quotations for reference (singkat): Henry, Barnes, Clarke menekankan perlunya ketaatan pada hukum Tuhan sebagai indikator iman yang hidup.
Penutup: mengaplikasikan kebenaran Alkitab
Jangan biarkan hidup dipandu oleh tradisi tak teruji atau firasat manusia. Dekatkan diri pada firman Tuhan, taati perintah-Nya dalam setiap aspek hidup, serta cari arah melalui doa dan hikmat-Nya. Hidup dengan hormat terhadap darah hidup, dan menjaga diri dari praktik spekulatif, adalah bagian dari pendewasaan iman dalam komunitas yang percaya kepada Allah yang esa.