Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Imamat 19:1 Imamat 19:2 Imamat 19:3 Imamat 19:4 Imamat 19:5 Imamat 19:6 Imamat 19:7 Imamat 19:8 Imamat 19:9 Imamat 19:10 Imamat 19:11 Imamat 19:12 Imamat 19:13 Imamat 19:14 Imamat 19:15 Imamat 19:16 Imamat 19:17 Imamat 19:18 Imamat 19:19 Imamat 19:20 Imamat 19:21 Imamat 19:22 Imamat 19:23 Imamat 19:24 Imamat 19:25 Imamat 19:26 Imamat 19:27 Imamat 19:28 Imamat 19:29 Imamat 19:30 Imamat 19:31 Imamat 19:32 Imamat 19:33 Imamat 19:34 Imamat 19:35 Imamat 19:36 Imamat 19:37


Imamat 19:22 (IDN)
Menghilangkan dosa dengan persembahan imam terhadap korban domba jantan, sebagai pengampunan atas salah di hadapan Tuhan. Ayat ini muncul dalam rangka hukum suci yang mengatur upacara pengudusan dan pemeliharaan hubungan umat dengan Allah melalui sistem korban pada era Perjanjian Lama.
Setting sekejap: konteks dan tujuan ayat
Perkataan ini berada dalam bagian hukum kemurnian dan pendahuluan persembahan karena pelanggaran tidak disengaja. Imam mengambil peran sebagai penanggung jawab ritus guna menebus kekhilafan orang yang melakukan dosa secara tidak sengaja. Domba jantan dipilih sebagai korban untuk dosa yang dibuat tanpa niat jahat, menekankan sikap rendah hati umat dan kasih karunia Allah yang mengampuni melalui prosedur yang ditetapkan.
Apa yang dinyatakan teks tentang Allah dan iman
Teks menegaskan bahwa Allah mendesak umat untuk menjaga kekudusan-Nya, namun juga mengadakan jalur damai melalui pengampunan. Ketertiban sakral ini menunjukkan bahwa iman korban bukan sekadar mekanisme ritual, melainkan respons manusia terhadap pengakuan dosa dan kebutuhan akan pemulihan hubungan dengan Tuhan. Allah menebus, mengampuni, dan menghindari akibat kekejian melalui pengorbanan yang sah menurut hukum-Nya.
Kata-kata kunci dan citraan penting
Gafirat (pengampunan) datang melalui korban yang ditetapkan imam. "Domba jantan" melambangkan kemurnian dan korban tanpa cacat. Prosedur ini menuntun umat pada pengakuan dosa dan rasa syukur atas kasih karunia Allah yang memulihkan persimpangan dengan-Nya.
Ayat terkait yang relevan
Beberapa bagian yang sejalan: (1) Imamat 4-5, hukum dosa tidak sengaja dengan korban tertentu; (2) Bilangan 15:22-25, variasi korban untuk dosa yang tidak disengaja; (3) Imamat 17-18, penekanan pada kemurnian hidup dan kehendak Allah atas umat-Nya. Hubungan ini menunjukkan pola bahwa pelanggaran tidak disengaja memerlukan langkah-tegap untuk menjaga kemurnian komunitas serta hubungan dengan Tuhan.
Pemahaman praktis untuk masa kini
Ajaran inti adalah pentingnya kesadaran diri terhadap dosa, kepekaan terhadap kekudusan Tuhan, dan kemurahan Allah dalam menyediakan jalur pengampunan. Meski cara kultus telah berubah, prinsipnya tetap relevan: pengakuan dosa, penyesalan yang tulus, serta komitmen hidup yang lebih berkenan bagi Tuhan. Dalam konteks komunitas, ayat mengingatkan kita tentang pentingnya tanggung jawab bersama untuk hidup secara jujur dan saling mendukung agar hubungan dengan Allah terpelihara.
Renungan pendek
Imamat 19:22 mengajak kita melihat Allah sebagai yang kudus namun penuh kasih. Ketika kita tersandung, Dia menyediakan jalan, bukan untuk menghukum secara berlebihan, melainkan untuk mengembalikan kita pada jalan-Nya melalui pertobatan yang tulus dan tindakan yang mencerminkan iman kita.
Cross-references singkat
Catatan: kutipan langsung dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke tidak tersedia dalam teks ini. Namun, rangkuman ini disusun dengan merujuk pada gagasan umum para komentator yang menekankan makna pengampunan melalui korban dan prinsip kekudusan Allah dalam hukum Imamat.