Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Imamat 19:1 Imamat 19:2 Imamat 19:3 Imamat 19:4 Imamat 19:5 Imamat 19:6 Imamat 19:7 Imamat 19:8 Imamat 19:9 Imamat 19:10 Imamat 19:11 Imamat 19:12 Imamat 19:13 Imamat 19:14 Imamat 19:15 Imamat 19:16 Imamat 19:17 Imamat 19:18 Imamat 19:19 Imamat 19:20 Imamat 19:21 Imamat 19:22 Imamat 19:23 Imamat 19:24 Imamat 19:25 Imamat 19:26 Imamat 19:27 Imamat 19:28 Imamat 19:29 Imamat 19:30 Imamat 19:31 Imamat 19:32 Imamat 19:33 Imamat 19:34 Imamat 19:35 Imamat 19:36 Imamat 19:37



Imamat 19:34 (IDN) — Makna singkat
Inti ayat ini menegaskan bahwa orang asing yang tinggal di tengah bangsa Israel harus diperlakukan seperti warga sendiri, dianggap setara sebagai "anak bumi" dan diberi kasih seperti kasih kepada sesama diri sendiri, karena bangsa Israel pun dahulu adalah orang asing di Mesir. Akulah Tuhan, Allahmu menegaskan otoritas moral dan identitas ilahi di balik perlakuan ini.
Latar belakang konteks
Ayat ini bagian dari hukum sosial Imamat 19, sebuah kode yang menekankan keadilan, kesetaraan, dan kasih dalam kehidupan sehari-hari. Israel dipanggil untuk hidup berbeda di antara bangsa-bangsa, menunjukkan belas kasih dan kedermawanan kepada orang asing, pekerja migran, dan mereka yang kurang beruntung. Perintah ini terkait erat dengan identitas Yahudi sebagai bangsa yang telah dibebaskan dari perbudakan Mesir dan dipanggil untuk mengekspresikan kasih Tuhan dalam cara mereka berhubungan dengan sesama manusia.
Observasi teolog dan praktis
Rujukan silang yang relevan
Imamat 19:33-34 menjelaskan perlakuan terhadap orang asing yang tinggal di antara mereka sebagai “anak bumi” dan “kasih kepada mereka seperti kepada dirimu sendiri.” Menguatkan prinsip terkait persamaan hak dan perlindungan bagi orang asing.
Keluaran 22:21 serta Ul 10:18-19 menegaskan kewajiban untuk tidak menindas orang asing dan untuk mengasihi baik sesama maupun orang asing, sebagai bagian dari loyalitas kepada Tuhan yang membebaskan bangsa Israel.
Matius 22:39 dan Lukas 6:31 menafsirkan kasih terhadap sesama sebagai inti hukum kasih, memperluas penerapan prinsip ini ke relasi antarmanusia dalam konteks kekristenan.
Refleksi praktis yang singkat
Penutup dengan inti teologis
Ayat ini menegaskan bahwa keadilan sosial adalah bagian nyata dari penyembahan kepada Tuhan. Perlakukan orang asing dengan kasih yang sama seperti saudara kandung mengingatkan kita bahwa Tuhan sendiri membentuk identitas bangsa-Nya melalui kasih yang aktif kepada sesama.
Quotations from public-domain commentators (ringkas):
Matthew Henry menekankan bahwa kasih terhadap orang asing adalah ujian bagi keutuhan hukum kasih kepada sesama. Albert Barnes menyoroti bahwa perintah ini menyoroti kasih yang praktis dalam kehidupan sehari-hari. Adam Clarke menambahkan bahwa tindakan nyata terhadap orang asing mencerminkan kedaulatan Tuhan atas semua manusia. (Catatan: tidak menyalin kutipan panjang secara utuh; ringkasan inti adalah kehendak para komentator tersebut.)