Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 28:1 Amsal 28:2 Amsal 28:3 Amsal 28:4 Amsal 28:5 Amsal 28:6 Amsal 28:7 Amsal 28:8 Amsal 28:9 Amsal 28:10 Amsal 28:11 Amsal 28:12 Amsal 28:13 Amsal 28:14 Amsal 28:15 Amsal 28:16 Amsal 28:17 Amsal 28:18 Amsal 28:19 Amsal 28:20 Amsal 28:21 Amsal 28:22 Amsal 28:23 Amsal 28:24 Amsal 28:25 Amsal 28:26 Amsal 28:27 Amsal 28:28



Inti makna: Ketergantungan pada Tuhan membawa kemakmuran, bukan kesombongan
Ayat Amsal 28:25 mengajar bahwa sifat congkak menimbulkan konflik dan perkelahian, sedangkan orang yang menyerahkan diri kepada Tuhan akan mengalami kemakmuran maupun kesejahteraan pada akhirnya.
Latar konteks singkat
Amsal adalah kumpulan pepatah bijak mengenai etika hidup, hubungan manusia dengan sesama, dan hubungan manusia dengan Tuhan. Ayat ini menekankan dua pola prilaku: kesombongan yang memicu perselisihan dan kepercayaan kepada Tuhan yang membawa pemeliharaan ilahi serta kemakmuran yang mengikuti pembaruan hati.
Observasi penafsiran utama
Pemahaman tematik
Ayubian kontras antara kebajikan rendah diri dan kesombongan terlihat jelas di sini: sikap rendah hati menuntun pada penyelesaian perselisihan secara damai, sedangkan kesombongan membuka pintu bagi perkelahian. Dalam tradisi kebijaksanaan Alkitab, “kelimpahan” yang dijanjikan tidak semata-mata berwujud materi, tetapi mencakup keamanan, kedamaian batin, dan berkat Tuhan yang berkelanjutan.
Rujukan silang terkait
Penjelasan singkat dari tokoh penafsir terkemuka (ringkas)
Ringkasan pendek dari gaya penafsir klasik membantu menegaskan tema: congkak menimbulkan perselisihan; ketergantungan pada Tuhan menghadirkan kemakmuran. Para penafsir seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa “bergantung kepada Tuhan” mengandung disiplin iman, ketundukan hati, dan kepercayaan akan pemeliharaan Tuhan meskipun keadaan tampak sulit. Catatan singkat dari karya-karya mereka menegaskan prinsip bahwa kebajikan menuntun pada keamanan ilahi dan bahwa hubungan dengan Tuhan menyelaraskan hidup dengan kebaikan-Nya.
Inti praktis yang singkat