Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 28:1 Amsal 28:2 Amsal 28:3 Amsal 28:4 Amsal 28:5 Amsal 28:6 Amsal 28:7 Amsal 28:8 Amsal 28:9 Amsal 28:10 Amsal 28:11 Amsal 28:12 Amsal 28:13 Amsal 28:14 Amsal 28:15 Amsal 28:16 Amsal 28:17 Amsal 28:18 Amsal 28:19 Amsal 28:20 Amsal 28:21 Amsal 28:22 Amsal 28:23 Amsal 28:24 Amsal 28:25 Amsal 28:26 Amsal 28:27 Amsal 28:28



Amsal 28:17 (IDN)
Orang yang menanggung darah orang itulah yang lari ke kubur; janganlah orang menegahkan dia.
Setting segera dan makna inti
Amsal 28:17 menyoroti seriusnya dosa kejahatan terhadap sesama, khususnya pembunuhan atau kejahatan yang menumpahkan darah. Dalam budaya kitab suci, seseorang yang bertanggung jawab atas hilangnya nyawa orang lain dihadapkan pada konsekuensi berat: pelarian ke tempat aman tidak dapat menutupi pelanggaran moral yang telah terjadi. Ayat ini menekankan keadilan Allah yang tidak membiarkan kejahatan berlarut-larut, meskipun pelaku mencoba menghindar dari hukum manusia maupun hukum ilahi.
Apa yang diajarkan Allah tentang iman dan keadilan
Ayat ini menegaskan bahwa etika hidup berhubungan erat dengan akal budi spiritual. Allah membenci tindakan yang merugikan sesama manusia, dan Dia menuntut pertanggungjawaban atas perbuatannya. Dalam gambar kebijaksanaan Amsal, kebijaksanaan sejati melahirkan ketakutan akan Tuhan dan menjauhi tindakan yang membawa kerugian bagi sesama. Pelarian ke kubur adalah simbol kejatuhan manusia ke dalam keputusasaan, namun Allah tetap menjaga keadilan, bahkan jika terlihat ada celah bagi pelaku untuk lolos dari penghakiman manusia.
Kata kunci dan gambaran figuratif
Cross-references (hubungan lintas)',
Penjelasan singkat hubungannya: Cross-references menegaskan tema keadilan ilahi yang tidak tergoyahkan, serta peran otoritas manusia dalam menegakkan hukum moral di tengah komunitas.
Penafsiran oleh tokoh teologi publik domain (ringkas)
Beberapa komentator lama menekankan bahwa ayat ini menuntun pendengar untuk melihat bahwa tidak ada pelarian permanen dari konsekuensi moral. Mereka menyoroti bahwa meskipun seseorang mencoba menghindari konsekuensi, Allah melihat ke dalam hati dan tindakan, dan keadilan-Nya akan ditegakkan pada waktunya. Kutipan singkat dari tokoh teolog publik domain yang relevan:
Matthew Henry menekankan bahwa kejahatan terhadap sesama adalah pelanggaran berat yang memantulkan kehancuran moral. Albert Barnes menguatkan bahwa ayat ini menegaskan pentingnya integritas dan akuntabilitas publik. Adam Clarke menambahkan bahwa ayat ini menyalakan peringatan bahwa pelarian dari hukuman tidak menghapus hakikat dosa. (Catatan: kutipan langsung singkat disediakan hanya jika ada dalam teks asli; dalam format ini, ringkasannya berfokus pada makna umum.)
Aplikasi praktis hari ini
Ayat ini mengajak kita untuk:
Inti pesan: kebijaksanaan sejati menuntun kita hidup jujur, tidak menimbulkan bahaya bagi sesama, dan menerima bahwa Allah pembawa keadilan yang tidak kehilangan kaum yang tertindas.