Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 20:1 Amsal 20:2 Amsal 20:3 Amsal 20:4 Amsal 20:5 Amsal 20:6 Amsal 20:7 Amsal 20:8 Amsal 20:9 Amsal 20:10 Amsal 20:11 Amsal 20:12 Amsal 20:13 Amsal 20:14 Amsal 20:15 Amsal 20:16 Amsal 20:17 Amsal 20:18 Amsal 20:19 Amsal 20:20 Amsal 20:21 Amsal 20:22 Amsal 20:23 Amsal 20:24 Amsal 20:25 Amsal 20:26 Amsal 20:27 Amsal 20:28 Amsal 20:29 Amsal 20:30



Amsal 20:17 (IDN) dalam Perspektif Pembaca Indonesia
Setting segera: Ayat ini berlandaskan pada tema hikmat dan penilaian benar terhadap apa yang tampak manis di mulut, namun berujung pada konsekuensi yang keras. Dalam konteks prosa bijak Amsal, nasihat tentang roti tipu daya menyoroti bahaya tipu daya dan kesenangan sesaat yang menutupi realitas dampak buruknya pada hidup manusia.
Makna tegas ayat dan apa yang diarahkan tentang Allah serta iman
Amsal 20:17 menegaskan bahwa apa yang tampak manis di mulut bisa jadi palsu dan menipu. Firman memusatkan perhatian pada praktik menipu untuk keuntungan sesaat, yang pada akhirnya merugikan pribadi dan komunitas. Allah tidak dipengaruhi oleh tipu daya; sebaliknya, hikmat-ilham-Nya mengajak manusia untuk menilai segala sesuatu dengan integritas. Ayat ini menumbuhkan sikap takut akan Allah dan penghindaran dari cara-cara yang menipu demi kekayaan atau reputasi.
Penjelasan kata dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian lain dan pandangan para komentator publik domain
Orang bijak menekankan bahwa kelicikan demi keuntungan duniawi sering mengundang kerugian yang lebih besar. Para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa perhatikan motif batin di balik tindakan manusia dan bahwa hikmat menuntun kita menjauhi janji-janji palsu. Dalam karya-karya mereka, ada penekanan bahwa hukum Allah menggariskan batas antara kelancaran lidah dan kejujuran, serta bahwa keadilan Allah selalu menimbang tindakan manusia.
Beberapa rujukan silang yang relevan
Intinya, ajaran ini mengajak pembaca untuk menilai semua perjanjian, janji, atau manfaat yang tampak berkilau dengan kacamata keadilan dan kebenaran Allah. Manisnya janji tidak boleh menutupi kenyataan dosa atau pelanggaran hak orang lain.
Aplikasi praktis untuk masa kini
Quotations from commentaries (jika diperlukan):
“Kejujuran adalah dasar hikmat, dan tipu daya membangkitkan konsekuensi yang tidak bisa dihindari.”
Penafsiran singkat dari tokoh-tokoh berbahasa Inggris yang telah menjadi sumber publik domain telah memberi konteks bahwa dorongan untuk meraih keuntungan secara tidak benar akan menimbulkan dampak yang menakutkan bagi mulut dan kehidupan seseorang. Kesesuaian antara integritas moral dan iman kepada Allah menjadi inti ajaran pada nasihat ini.