Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 20:1 Amsal 20:2 Amsal 20:3 Amsal 20:4 Amsal 20:5 Amsal 20:6 Amsal 20:7 Amsal 20:8 Amsal 20:9 Amsal 20:10 Amsal 20:11 Amsal 20:12 Amsal 20:13 Amsal 20:14 Amsal 20:15 Amsal 20:16 Amsal 20:17 Amsal 20:18 Amsal 20:19 Amsal 20:20 Amsal 20:21 Amsal 20:22 Amsal 20:23 Amsal 20:24 Amsal 20:25 Amsal 20:26 Amsal 20:27 Amsal 20:28 Amsal 20:29 Amsal 20:30



Amsal 20:7 (IDN): “Orang yang benar itu melakukan dirinya dengan tulus hatinya; berbahagialah kiranya segala anak-anaknya kemudian kelak.”
Poin interpretatif utama: Ketetapan ini menekankan integritas karakter seseorang—kebenaran batin memimpin tindakan yang jujur terhadap diri sendiri maupun orang lain. Kebenaran hidup yang lahir dari hati yang tulus membawa berkah yang bertahan bagi generasi berikutnya.
Context literatur: bingkai Pendapat Penulis Amsal
Amsal mengajarkan pola hidup bijak yang berakar pada ketulusan, keadilan, dan keteguhan karakter. Ayat 7 menyoroti hubungan antara keadaan batin orang benar dan hasil hidupnya dalam keluarga. Kebenaran pribadi tidak hanya mengenai reputasi publik, tetapi juga dampaknya bagi anak-anak dan penerus keluarga.
Signifikansi teologis
Ayat ini mengikat integritas personal dengan keberkahan keluarga. Allah menghargai tindakan benar yang lahir dari dalam hati; buahnya terlihat dalam cara seseorang membentuk keluarganya dan memberi contoh yang layak dicontoh. Ketulusan hati menyingkap arah moral yang konsisten, sehingga generasi mendatang menerima warisan etika yang jelas.
Cross-referensi yang relevan
Penjelasan singkat lintas teks: seperti banyak bagian Amsal yang menekankan hikmat praktis, ayat ini menyatakan bahwa kualitas batin menentukan kualitas keluarganya. Janji berbahagia bagi anak-anak berakar pada stabilitas moral yang diteruskan dari orang tua yang jujur.
Pertanyaan refleksi
Konklusi singkat
Ayat ini menegaskan bahwa kejahatan tidak memenangkan hati; sebaliknya, hidup yang tulus menuntun pada berkat berkelanjutan bagi keturunan. Ketekunan dalam menghadirkan kebenaran batin secara konsisten akan menabur damai dan keamanan bagi anak-anak di masa depan.
Gagasan para komentator (kutipan singkat, jika relevan)
Ringkasan pandangan para komentator publik domain seperti Henry, Barnes, dan Clarke sejalan dengan tema integritas yang menghasilkan hasil hidup yang konsisten dan berkelanjutan bagi keluarga. Mereka menyoroti bahwa kebenaran batin memanifestasikan diri dalam perlakuan adil, keadilan, dan contoh mulia bagi anak-anak.