Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 5:7 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 5:7 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi jikalau tangannya tiada sampai kuat akan membelanjakan seekor binatang kecil, maka hendaklah dipersembahkannya kepada Tuhan dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak merpati akan korban karena dosa yang telah dibuatnya, yaitu seekor akan korban karena dosa dan seekor akan korban bakaran.
Imamat 5:7 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 5:7 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 12:8 (IDN) »
Tetapi jikalau tiada kuat ia membelanjakan seekor anak domba, maka hendaklah diambilnya dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak merpati, seekor akan korban bakaran dan seekor akan korban karena dosa, maka imam itu akan mengadakan gafirat atasnya, lalu sucilah ia.

Imamat 14:21 (IDN) »
Tetapi jikalau orang itu miskin, tiada sampai kuat membelanjakan sekalian itu, maka hendaklah diambilnya hanya seekor anak domba akan korban karena salah dan korban timangan supaya diadakan gafirat atasnya, dan lagi seperpuluhan tepung halus yang diramas dengan minyak akan persembahan makanan dan minyak setakar;

Imamat 5:8 (IDN) »
Maka hendaklah dibawanya akan dia kepada imam, yang akan mengorbankan dahulu yang telah ditentukan bagi korban karena dosa, dipulaskannya kepalanya dekat dengan lehernya, tetapi jangan diceraikannya dari padanya.
Imamat 5:7 (IDN) — Setting Frasa tentang Pengorbanan Karena Dosa
Ayat ini menempati bagian hukum korban bagi orang yang melakukan dosa yang tidak disengaja atau kecil besar dampaknya. Ketika seseorang tidak mampu membiayai korban besar, Tuhan mengatur opsi yang tetap membawa pengampunan: dua burung tekukur atau dua ekor anak merpati sebagai korban karena dosa dan korban bakaran. Pengaturan ini menunjukkan kasih Tuhan yang memperhatikan keadaan rendah hati umat-Nya.
Gambaran tentang Allah dan iman dalam ayat ini
Ayat ini menegaskan bahwa Allah melihat motivasi hati serta keadaan ekonomi umat-Nya. Pengampunan tidak tergantung pada kekayaan, melainkan pada respons hati yang bertobat dan ketetapan mengikuti hukum-Nya. Melalui persembahan sederhana ini, Allah tetap memelihara hubungan-Nya dengan umat, menjaga kemurnian ibadah meskipun keadaan miskin.
Penjelasan kata dan gambar penting
Cross-references yang relevan (singkat)
- Ulangan 15:11: Menyatakan bahwa miskin tidak boleh menjadi penghalang untuk memberi bantuan kepada sesama dan menyiratkan kemurahan hati Allah terhadap orang-orang berdosa yang membutuhkan pertolongan ilahi.
- Imamat 4:27-31: Gambaran umum tentang bagaimana korban untuk dosa disediakan, menekankan bahwa pelanggaran terpenuhi melalui persembahan bahkan bagi yang tidak memiliki banyak harta.
- Mazmur 51:16-17: Menekankan bahwa Allah menginginkan kerendahan hati, bukan sekadar ritual; kerendahan hati menjadi inti pertobatan yang benar.
Pengantar konteks di masa sekarang dan aplikasi praktis
Ayat ini mengajarkan kita bahwa pertobatan sejati tidak bergantung pada kemampuan material semata. Allah menghargai langkah iman—ketika seseorang tidak mampu memberikan korban besar, ia masih bisa menawarkan apa yang ada, asalkan dengan hati yang tulus. Dalam konteks Kekristenan hari ini, prinsip ini mengarah pada sikap hati yang rendah hati, pertobatan sungguh-sungguh, dan kehadiran ibadah yang tidak mengedepankan kemewahan materi tetapi integritas hati di hadapan Tuhan.
Ringkasan teologis singkat
Imamat 5:7 menegaskan bahwa belas kasih ilahi menyertai umat yang miskin melalui jalan pengampunan yang tetap menjaga kedudukan korban. Allah menilai iman lebih dari kemampuan finansial, dan mengarahkan umat untuk tetap hidup dalam ketaatan sambil menegakkan hati rendah hati di hadapan-Nya.
Catatan penyangga bahasa (rekap singkat dari pijakan para komentator berbahasa publik domain)
Sejumlah penafsir konvensional menekankan belas kasih Tuhan terhadap mereka yang tak mampu membayar korban besar, sambil menegaskan bahwa tujuan utama adalah pertobatan yang berkenan di hadapan Allah. Mereka menyoroti keseimbangan antara hukum ritus dan motif hati yang merendahkan diri di hadapan Tuhan.