Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 12:8 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 12:8 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi jikalau tiada kuat ia membelanjakan seekor anak domba, maka hendaklah diambilnya dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak merpati, seekor akan korban bakaran dan seekor akan korban karena dosa, maka imam itu akan mengadakan gafirat atasnya, lalu sucilah ia.
Imamat 12:8 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 12:8 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 5:7 (IDN) »
Tetapi jikalau tangannya tiada sampai kuat akan membelanjakan seekor binatang kecil, maka hendaklah dipersembahkannya kepada Tuhan dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak merpati akan korban karena dosa yang telah dibuatnya, yaitu seekor akan korban karena dosa dan seekor akan korban bakaran.

Imamat 4:26 (IDN) »
Maka segala lemaknya hendaklah dibakarnya di atas mezbah seperti lemak korban syukur itu; demikianlah imam itu akan mengadakan gafirat baginya dan dosanyapun akan diampuni kepadanya.

Imamat 1:14 (IDN) »
Maka jikalau persembahannya kepada Tuhan suatu korban bakaran dari pada burung, maka hendaklah dipersembahkannya korban itu dari pada burung tekukur atau dari pada anak merpati.
Imamat 12:8 dalam Perspektif Imamat 12
Urutan hukum untuk wanita yang melahirkan mengingatkan bangsa Israel bahwa penyucian diri setelah masa nifas hinge pada tindakan syukur dan pengorbanan. Ayat ini muncul setelah penjelasan tentang masa nifas bagi ibu yang melahirkan anak laki-laki maupun perempuan. Ketika masa kerahiban selesai, seorang ibu harus membawa persembahan pengudusan kepada imam untuk mendapatkan gafirat (penghapusan dosa) dan kebersihan ritual. Jika perempuan tidak mampu menyembelih seekor anak domba, maka diizinkan membawa dua burung tekukur atau dua anak merpati—seekor akan jadi korban bakaran, yang lain sebagai korban karena dosa, dan imam akan mengadakan gafirat atasnya.
Rangkaian makna teologis
Ayat ini menekankan dua tema utama: kasih karunia Allah yang menyediakan jalan pemulihan bagi orang sederhana secara ekonomi, dan keberadaan ritual yang menolong jemaat menjaga kemurnian ritus. Tuhan memelihara keseimbangan antara ketaatan ritual dan belas kasihan; ibu yang miskin tetap bisa memperoleh penyucian melalui persembahan yang lebih sederhana, asalkan niatnya tulus.
Istilah penting dan gambaran esensial
Konteks lintas kitab
Beberapa pasal Perjanjian Lama memberi pola yang serupa: Musa menyusun tata cara pemulihan bagi yang tidak mampu menyembelih hewan besar. Dalam Imamat 1–7, korban ditentukan berdasarkan keadaan ekonomi; Imamat 12 melengkapi tema ini dengan fokus pada masa nifas.
Cross-reference:
Penjelasan singkat: persembahan yang sederhana tidak mengurangi martabat hubungan dengan Allah; Allah menghargai tindakan iman yang disertai hati yang percaya dan tunduk.
Makna bagi iman hari ini
Ampuh iman: penyucian rohani tetap menjadi inti hubungan dengan Allah. Meskipun tidak ada kewajiban ritual fisik yang sama di era Perjanjian Baru, prinsip fondasinya tetap relevan: Allah mengampuni dan memurnikan orang percaya melalui kasih-Nya, dan umat Dia diajak menghargai integritas hidup yang disertai iman yang nyata, tidak hanya mengikuti aturan formal.
Terapkan dalam kehidupan sekarang
Quotations (oleh tokoh komentar publik domain):
Matthew Henry menekankan bahwa hukum ini menunjukkan belas kasihan Allah kepada yang miskin, agar tidak ada yang terhalang memperoleh penyucian karena keterbatasan keuangan. Albert Barnes menajamkan bahwa gafirat di sini menegaskan bahwa kehidupan rohani manusia tetap bergantung pada anugerah Allah, bukan pada jumlah hewan yang disembelih. Adam Clarke menyoroti keseimbangan antara korban bakaran dan korban karena dosa sebagai simbol penebusan penuh melalui iman dan ketaatan. Konvergensi pandangan ini menegaskan bahwa Tuhan tetap setia menuntun umat-Nya melalui jalan pengampunan yang mungkin diakses dari berbagai keadaan ekonomi.
Catatan singkat berkenaan kutipan tersurat: tidak ada kutipan panjang dari teks asli yang diambil langsung di luar pernyataan konsep yang dimaksud; frasa-frasa kunci seperti gafirat, korban bakaran, dan korban karena dosa diambil dari tafsiran umum para tokoh Perjanjian Lama.