Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 5:10 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 5:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka dari pada yang lain itu hendaklah diperbuatnya korban bakaran seperti patut; maka demikianlah diadakan oleh imam gafirat baginya, dan dosa yang telah dibuatnya itu akan diampuni kepadanya.
Imamat 5:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 5:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 1:14 (IDN) »
Maka jikalau persembahannya kepada Tuhan suatu korban bakaran dari pada burung, maka hendaklah dipersembahkannya korban itu dari pada burung tekukur atau dari pada anak merpati.

Imamat 4:26 (IDN) »
Maka segala lemaknya hendaklah dibakarnya di atas mezbah seperti lemak korban syukur itu; demikianlah imam itu akan mengadakan gafirat baginya dan dosanyapun akan diampuni kepadanya.

Imamat 4:20 (IDN) »
Maka hendaklah dibuatnya akan lembu muda inipun seperti yang telah dibuatnya akan lembu muda korban karena dosa itu, demikianlah hendak dibuatnya akan dia, maka oleh imam akan diadakan gafirat bagi mereka itu, lalu ia itupun akan diampuni kepada mereka itu.
Imamat 5:10 (IDN) – Titik Pelaksanaan Pengampunan melalui Korban Perbuatan Dosa
Pasal ini berada dalam rangkaian hukum korban salah dan cara umat memperbaiki pelanggaran yang tidak disengaja maupun tindakan dosa yang memerlukan pelaporan kepada imam. Ayat 10 menegaskan bahwa setelah korban penghapus dosa bakaran disiapkan, imam akan mengadakannya bagi orang yang bersalah; demikian dosa itu diampuni. Ini menegaskan bahwa jalur pengampunan tetap tersedia melalui persembahan yang diatur Allah, meski terlebih dahulu menyiratkan tanggung jawab pribadi untuk mengakui dosa.
Pemaparan inti tentang Allah dan iman
Ayat ini menampilkan Allah sebagai pendesak ketaatan yang juga menyediakan jalan pemulihan melalui korban. Pengampunan bukan semata kenyamanan batin tanpa tindakan—ia datang melalui ritus yang ditetapkan, mengingatkan umat bahwa dosa mengandung biaya, dan pemulihan melibatkan partisipasi manusia dan intervensi ilahi melalui imam.
Pemahaman kata dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian lain dan rujukan silang
Beberapa bagian relevan yang memberi konteks:
Penjelasan singkat menurut tokoh commentary publik domain
Penafsiran klasik melihat ayat ini sebagai bagian dari sistem pengampunan yang menuntut tindakan nyata umat dan peran imam sebagai mediator. Seperti dalam karya para komentator abad lampau, penekanan ditempatkan pada keseimbangan antara respons manusia (pengakuan, penyembahan) dan inisiatif ilahi dalam mengampuni melalui persembahan yang ditetapkan. Perhatikan bagaimana Adam Clarke menyoroti bahwa pengorbanan yang benar adalah ujud penyerahan diri kepada Allah, bukan sekadar ritual kosong. (Kutipan singkat: Clarke menekankan bahwa persembahan adalah simbol penitahan dosa dan penyerahan diri kepada Tuhan.)
Rangkuman praktis untuk masa kini
Ayat ini mengingatkan bahwa dosa memerlukan respons yang melibatkan tindakan nyata, bukan hanya perasaan bersalah. Bila kita mengakui dosa dan datang kepada Tuhan dengan hati yang sungguh-sungguh, jawaban-Nya adalah pembaruan hubungan melalui kasih karunia-Nya. Dalam konteks gereja, prinsip ini menggeser fokus pada kedalaman pertobatan, kehadiran Kristus sebagai perwujudan pengampunan yang kekal, dan panggilan hidup dalam ketaatan atas kasih Tuhan.
Cross-references:
Praktik inti: akui dosa, ikuti jalan yang ditetapkan Tuhan, dan biarkan pemulihan hubungan dengan-Nya bekerja dalam kehidupan sehari-hari.